Festival Teater Banten Perkuat Ekosistem Seni

  • 23 Jul 2026 05:56 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang – Festival Teater Banten menjadi salah satu ruang penguatan ekosistem seni pertunjukan di Provinsi Banten dengan melibatkan komunitas teater dari berbagai daerah. Pelaku seni sekaligus teaterawan Nazla Thoyib Amir menyebut kegiatan tersebut menjadi wadah bagi seniman untuk bertemu, bertukar gagasan, dan memperlihatkan karya kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Nazla dalam program Siaran Seni Tradisional dan Budaya bersama RRI Pro 1 Banten, Rabu, 22 Juli 2026. Ia mengatakan, keberadaan festival seni menjadi penting untuk menjaga keberlangsungan dunia teater di Banten.

Nazla menjelaskan, Festival Teater Banten telah beberapa kali digelar di sejumlah wilayah, mulai dari Lebak, Pandeglang, hingga kawasan Pemerintahan Provinsi Banten. Menurutnya, kegiatan tersebut lahir dari inisiatif para pelaku seni yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan teater daerah.

Ia menyebut sejumlah pegiat seni turut berperan dalam membangun festival tersebut agar menjadi ruang bertemunya komunitas teater. Kehadiran festival juga menjadi kesempatan bagi kelompok seni untuk memperluas jaringan dan meningkatkan kualitas karya.

“Kalau berbicara mitra itu memang kita yang harus bekerja, bekerja untuk datang. Tetapi mereka juga men-support, terutama dari pemerintah dan bidang kebudayaan,” katanya.

Nazla mengatakan, Festival Teater Banten berikutnya direncanakan kembali digelar di Kota Cilegon. Saat ini, pendaftaran komunitas teater masih dibuka agar kelompok seni dari berbagai daerah di Banten dapat ikut berpartisipasi.

Menurutnya, festival tersebut tidak hanya menjadi ajang pertunjukan, tetapi juga memberikan ruang apresiasi bagi komunitas seni yang selama ini aktif berkarya. Ia berharap kegiatan semacam ini dapat memperkuat hubungan antara seniman, masyarakat, dan pemerintah.

Nazla menilai, perkembangan komunitas teater di Banten sudah mulai terlihat meskipun masih membutuhkan dukungan agar semakin luas. Ia menyebut beberapa komunitas di daerah seperti Tangerang, Lebak, Pandeglang, dan Serang terus berupaya menjaga aktivitas berkesenian.

“Seni itu tidak berbicara soal gender, yang dibicarakan adalah karya. Pelaku seni ya pelaku seni, seperti pelukis juga tidak ada istilah pelukis tertentu, yang dilihat adalah hasil karyanya,” ucapnya.

Nazla berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik masuk ke dunia seni karena kegiatan kreatif dapat menjadi ruang pengembangan diri. Menurutnya, seni mampu membantu anak muda menyalurkan energi ke arah positif sekaligus mengenalkan budaya daerah.

Ia juga mengajak masyarakat untuk memberikan perhatian lebih terhadap seni pertunjukan lokal. Sebab, keberadaan komunitas seni tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga memperkuat identitas budaya Banten di tengah perkembangan zaman.

Melalui Festival Teater Banten dan berbagai kegiatan seni lainnya, Nazla optimistis ekosistem seni daerah dapat terus tumbuh. Ia berharap Banten mampu melahirkan lebih banyak seniman muda yang membawa karya lokal ke tingkat yang lebih luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....