Dee Lestari Resmi Rilis Album Ketiga, (Jangan) Jatuh Cinta

  • 23 Jun 2026 08:42 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Musisi sekaligus penulis ternama, Dee Lestari, resmi merilis album terbarunya bertajuk "(Jangan) Jatuh Cinta", sebuah karya yang merangkum perjalanan emosional hati dalam menghadapi berbagai fase cinta, kehilangan, harapan, hingga keikhlasan.

Album ketiga Dee Lestari ini hadir setelah perilisan tiga single sebelumnya, yakni "(Jangan) Jatuh Cinta", "Perahu Kertas", dan "Kabarku". Dalam album yang berisi delapan lagu tersebut, Dee menghadirkan sejumlah kolaborasi istimewa, termasuk duet bersama Afgan dalam lagu "Cuma Satu Nama" serta kolaborasi yang telah lama tertunda dengan almarhum Sapardi Djoko Damono melalui lagu "Hujan Bulan Juni".

Menurut Dee, album ini disusun layaknya sebuah perjalanan batin yang utuh. Setiap lagu ditempatkan secara berurutan untuk menggambarkan dinamika perasaan manusia saat menghadapi cinta.

"(Jangan) Jatuh Cinta adalah sebuah perjalanan hati yang melewati berbagai pengalaman cinta, dari peringatan, patah hati, harapan, hingga akhirnya belajar melepaskan dengan tulus," ujar Dee Lestari, Senin 22 Juni 2026.

Album dibuka dengan lagu "(Jangan) Jatuh Cinta" yang diaransemen Rendy Pandugo sebagai semacam peringatan akan risiko jatuh cinta. Perjalanan kemudian berlanjut ke "Patah Hati" dan "Kabarku" yang menggambarkan fase keterpurukan emosional akibat kehilangan.

Harapan kembali muncul melalui lagu "Hujan Bulan Juni" yang terinspirasi dari puisi legendaris karya Sapardi Djoko Damono. Lagu tersebut menjadi salah satu karya yang paling dinanti karena sebelumnya dibuat untuk proyek film pada 2017 namun belum pernah dirilis dalam bentuk rekaman resmi.

Nuansa yang lebih cerah hadir lewat "Jadi Udara" dan "Perahu Kertas", yang menggambarkan momen ketika hati mulai menemukan kepastian dan tempat berlabuh. Sementara itu, lagu "Cuma Satu Nama" menjadi puncak perayaan cinta yang dibawakan Dee bersama Afgan.

"Cuma Satu Nama merupakan lagu yang saya tulis bersama almarhum Reza Gunawan. Lagu ini menjadi salah satu karya yang sangat personal dan bermakna dalam album ini," kata Dee.

Album kemudian ditutup dengan "Bintang Utara", lagu yang mengangkat hubungan antara orang tua dan anak. Melalui lagu tersebut, Dee menggambarkan proses belajar mencintai tanpa syarat dan merelakan seseorang yang dicintai untuk tumbuh dan melangkah sendiri.

Kembalinya Dee ke dunia musik melalui album "(Jangan) Jatuh Cinta" juga menjadi momen spesial setelah 18 tahun berlalu sejak album "Rectoverso". Posisinya sebagai penulis, penyanyi, sekaligus pencipta lagu tercermin kuat dalam setiap karya yang disajikan. Album "(Jangan) Jatuh Cinta" menjadi babak baru dalam perjalanan musikal Dee Lestari sekaligus menghadirkan karya yang relevan bagi berbagai generasi pendengar.

"Pendengar akan menemukan kisah-kisah yang dekat dengan kehidupan, karena pada akhirnya cinta selalu mengajarkan kita tentang kehilangan, harapan, dan penerimaan," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....