Alun Alun Rangkasbitung Mulai Rusak Pasca Revitalisasi Resmi

  • 17 Mei 2026 02:55 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Kondisi mulai mengalami kerusakan meski baru beberapa bulan selesai direvitalisasi oleh Pemerintah Kabupaten Lebak. Kerusakan tersebut kini menjadi sorotan masyarakat yang sering memanfaatkan kawasan itu sebagai ruang publik.

Alun-alun yang menjadi ikon Kabupaten Lebak tersebut resmi dibuka dan diresmikan oleh pada Senin, 5 Januari 2026. Proses revitalisasi ruang publik itu berlangsung selama kurang lebih setengah tahun dengan anggaran mencapai sekitar Rp5 miliar.

Revitalisasi dilakukan pemerintah daerah untuk menghadirkan fasilitas publik yang lebih inklusif, aman, nyaman, serta ramah bagi seluruh kalangan masyarakat. Kini, sejumlah bagian alun-alun mulai mengalami kerusakan.

Salah satunya terlihat pada tembok beton yang mengelilingi kawasan alun-alun. Batu keramik yang menempel pada tembok tersebut tampak banyak yang terlepas sehingga mengurangi keindahan kawasan pusat kota Rangkasbitung. Tidak hanya itu, beberapa fasilitas olahraga juga mulai mengalami kerusakan dan tidak lagi terlihat terawat.

Kondisi tanaman penghijauan dan rumput di sejumlah titik pun tampak mulai rusak akibat kurangnya perawatan dan tingginya aktivitas pengunjung. Situasi ini disayangkan masyarakat karena alun-alun menjadi salah satu tempat favorit warga untuk berolahraga, bersantai, dan berekreasi bersama keluarga.

Alex, warga Rangkasbitung yang kerap berolahraga di alun-alun, mengaku prihatin melihat kondisi fasilitas publik tersebut. “Sangat disayangkan kalau fasilitas yang baru dibangun sekarang mulai rusak. Padahal ini tempat yang bagus untuk masyarakat,” kata Alex saat ditemui di kawasan alun-alun, Sabtu, 16 Mei 2026.

Menurut Alex, masyarakat juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga fasilitas umum yang telah disediakan pemerintah daerah. “Kita sebagai masyarakat seharusnya ikut menjaga dan merawat fasilitas umum. Jangan sampai dirusak atau digunakan sembarangan,” ujarnya.

Senada disampaikan Adi, warga Kalanganyar, yang berharap pemerintah segera melakukan perbaikan terhadap fasilitas yang mengalami kerusakan. “Kalau masih masa pemeliharaan, saya harap kerusakan yang ada segera diperbaiki supaya tidak makin parah,” ujar Adi.

Adi juga menilai masih ada sejumlah fasilitas yang perlu dilengkapi di kawasan alun-alun tersebut. “Sampai sekarang toilet umum juga belum tersedia. Padahal itu penting untuk kenyamanan pengunjung,” katanya.

Meski demikian, masyarakat tetap mengapresiasi langkah pemerintah dalam melakukan revitalisasi ruang publik di pusat kota Rangkasbitung. Warga berharap keberadaan alun-alun yang telah dipercantik itu dapat terus menjadi tempat interaksi sosial dan ruang rekreasi yang nyaman bagi masyarakat.

Saat ini, terus mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan serta merawat seluruh fasilitas yang tersedia di kawasan alun-alun. Dengan adanya kepedulian bersama antara pemerintah dan masyarakat, fasilitas publik di diharapkan tetap terjaga dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang oleh seluruh warga.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....