Maulana Ardiansyah Kuatkan Perantau Lewat Pepatah Pantang Menyerah
- 03 Mar 2026 14:42 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Musisi muda Maulana Ardiansyah merilis single terbaru berjudul “Pepatah (Perantau Pantang Menyerah)”, sebuah karya reflektif yang lahir dari pengalaman personalnya sebagai anak rantau. Lagu ini menjadi potret perjalanan emosional tentang keberanian meninggalkan rumah, menghadapi kesepian, serta menjaga mimpi tetap hidup di tengah keterbatasan.
Bagi Maulana, merantau bukan hanya soal berpindah tempat, melainkan proses panjang yang menguji mental dan keteguhan hati. Pengalaman itulah yang kemudian dituangkan ke dalam lirik-lirik jujur dan membumi. Lagu ini terdengar seperti catatan perjalanan seorang perantau yang pernah lelah, ragu, namun memilih bertahan.
“Sebagai anak rantau, saya tahu rasanya sepi, capek, dan kadang ingin menyerah. Lagu ini saya tulis sebagai pengingat untuk diri sendiri dan teman-teman perantau supaya tetap kuat,” ujar Maulana Ardiansyah dalam siaran pers yang diterima RRI, Selasa 3 Maret 2026.
Kata “Pepatah” dipilih bukan tanpa alasan. Ia merepresentasikan nasihat hidup yang diwariskan lintas generasi, prinsip sederhana namun kokoh yang kerap menjadi pegangan saat kondisi terasa berat. Dalam konteks lagu ini, pepatah dimaknai sebagai nilai hidup seorang perantau yang pantang menyerah, apa pun tantangannya.
Secara musikal, “Pepatah (Perantau Pantang Menyerah)” dikemas dengan aransemen yang hangat dan emosional. Pendekatan ini membuat pesan lagu tersampaikan secara utuh, tanpa teredam oleh produksi berlebihan. Fokus utama tetap pada cerita dan perasaan yang ingin dibagikan.
Tema perantauan yang diangkat terasa dekat dengan realitas masyarakat Indonesia. Banyak orang meninggalkan kampung halaman demi mimpi dan harapan keluarga, sambil memikul rindu, tekanan finansial, dan ketakutan akan kegagalan. Lagu ini hadir sebagai teman refleksi bagi mereka yang sedang berada di fase tersebut.
“Saya ingin lagu ini jadi teman perjalanan. Kalau sedang capek, semoga bisa menguatkan dan mengingatkan bahwa semua proses ini ada maknanya,” kata Maulana.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....