Perjuangan Finalis Duta Kampus Unsera di Tengah UAS

  • 19 Feb 2026 16:52 WIB
  •  Banten

Serang, RRI.CO.ID – Proses pembekalan Duta Kampus Universitas Serang Raya (Unsera) 2026 menjadi pengalaman penuh tantangan bagi para finalis. Di tengah padatnya agenda kampus, mereka harus membagi waktu antara pembekalan intensif dan pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS). Kondisi ini menuntut manajemen waktu, ketahanan fisik, serta komitmen tinggi dari setiap peserta.

Salah satu finalis, Abhiyasa Fikri Fatahillah mengungkapkan, kesepakatan awal telah dibuat agar pembekalan dimaksimalkan pada masa minggu tenang. Namun, realitas di lapangan tidak selalu sesuai rencana.

“Rencananya sebelum UAS itu kita gas di minggu tenang, tapi ternyata pas UAS tetap harus effort lebih,” ujarnya saat Talkshow Sore Ceria bersama RRI Pro 2 Banten, Rabu, 18 Februari 2025.

Abhi menjelaskan, waktu belajar kerap terpotong karena jadwal pembekalan yang berlangsung hingga malam. Kondisi fisik yang lelah membuat fokus belajar menjadi tantangan tersendiri. Meski demikian, ia bersyukur hasil akademik tetap memuaskan.

“Alhamdulillah, pengorbanan itu enggak sia-sia,” katanya.

Tantangan serupa juga dirasakan oleh finalis lainnya, Putri Rachel Syezli. Ia harus menghadapi tekanan fisik selama pembekalan, terutama saat latihan catwalk yang mengharuskan penggunaan sepatu hak tinggi setiap hari. “Kaki sampai mati rasa, sakitnya campur aduk, tapi kita dituntut tetap perfeksionis,” kata Rachel.

Rachel mengaku sempat merasa tertekan ketika kondisi fisik tidak prima, sementara tuntutan dari panitia tetap tinggi. Namun hal tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk bertahan. Ia bahkan harus menggunakan krim panas setiap malam demi menjaga kondisi tubuh.

“Capek, tapi enggak kepikiran buat mundur,” ucapnya.

Selain tantangan fisik dan akademik, para finalis juga harus menghadapi kenyataan mundurnya sejumlah peserta di tengah jalan. Kondisi ini membuat beban pembekalan semakin berat karena peserta yang tersisa harus saling mengejar ketertinggalan materi.

“Kami harus belajar dobel, nerima materi sekaligus ngajarin teman,” ujar Abhi.

Meski penuh tantangan, para finalis menilai proses tersebut membentuk mental, disiplin, dan solidaritas. Mereka berharap pengalaman ini menjadi bekal berharga untuk menjalankan peran sebagai Duta Kampus Universitas Serang Raya yang mampu menjadi representasi positif bagi kampus dan mahasiswa.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....