Wali Mengajak Refleksi Diri Lewat Romantika Badar dan Uhud

  • 19 Feb 2026 10:19 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Menyambut datangnya bulan suci Ramadan, grup band pop melayu legendaris Wali kembali menghadirkan karya religi terbaru berjudul “Romantika Badar dan Uhud.” Lagu ini dirilis di bawah naungan Nagaswara sebagai pengingat spiritual bagi masyarakat untuk memaknai kemenangan dan kegagalan dengan bijaksana.

Diciptakan oleh gitaris Wali, Apoy, “Romantika Badar dan Uhud” mengangkat metafora dari dua peristiwa besar dalam sejarah Islam, yakni Perang Badar dan Perang Uhud. Melalui pendekatan pop Melayu khas Wali, lagu ini menyampaikan pesan refleksi diri tentang pentingnya rasa syukur saat meraih keberhasilan, serta keberanian untuk mengevaluasi diri ketika menghadapi kegagalan.

“Lewat lagu ini kami ingin mengingatkan bahwa kemenangan tidak seharusnya melahirkan kesombongan, dan kekalahan bukan untuk disesali berlebihan, tapi dijadikan bahan introspeksi,” ujar Apoy dalam siaran pers yang diterima RRI, Kamis 19 Februari 2026.

Lirik lagu ini disampaikan secara lugas tetapi sarat makna. Salah satu penggalannya menyoroti realitas kehidupan modern, di mana manusia kerap terlena saat berada di atas dan lalai ketika diuji. Wali ingin lagu ini menjadi cermin bagi pendengar, khususnya umat Muslim yang tengah mempersiapkan diri menyambut Ramadan.

“Ramadhan adalah momen untuk menata ulang hati dan niat. Lagu ini kami persembahkan sebagai pengingat agar kita tetap rendah hati dan konsisten dalam beribadah,” kata Apoy.

Selain merilis lagu, Wali juga akan hadir lebih dekat dengan masyarakat selama bulan Ramadan melalui sinetron religi Amanah Wali yang tayang setiap hari di RCTI. Kehadiran ini diharapkan dapat menemani pemirsa pada waktu-waktu penting seperti menjelang berbuka puasa dan sahur.

Secara musikal, “Romantika Badar dan Uhud” tetap mempertahankan identitas Wali dengan sentuhan religi yang kuat, termasuk unsur selawat yang memperdalam nuansa spiritual lagu. Aransemen yang hangat membuat pesan lagu mudah diterima oleh berbagai kalangan.

“Kami berharap lagu ini bisa menjadi teman refleksi, sekaligus penyemangat untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah,” ucap Apoy.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....