Methosa Luncurkan Pulanglah, Ruang untuk Bernapas
- 18 Feb 2026 07:43 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Methosa merilis single terbaru berjudul “Pulanglah”, sebuah karya yang mengajak pendengarnya berhenti sejenak dari riuhnya kehidupan dan memberi ruang untuk diri sendiri. Lagu ini hadir sebagai refleksi atas kegelisahan yang kerap tersembunyi di balik narasi besar tentang kemajuan dan kebahagiaan.
“Pulanglah” tidak menawarkan solusi instan atas persoalan hidup. Sebaliknya, lagu ini menjadi ruang untuk menarik napas, berkontemplasi, dan bertanya kepada diri sendiri tentang arah serta tujuan kehidupan.
Methosa menggambarkan bahwa di tengah gambaran kehidupan yang terlihat baik-baik saja, banyak orang sebenarnya menyimpan tekanan dan kelelahan emosional. Narasi tentang kemenangan sering kali lebih dirayakan, sementara ruang untuk menerima kekalahan nyaris tak tersedia.
“Dalam kehidupan, kita sangat siap menyambut kemenangan tanpa menyisakan sedikitpun ruang untuk menerima kekalahan. Ketika kalah datang dalam karier, relasi, atau kehidupan, banyak orang merasa gagal, merasa tidak pantas, merasa dipecundangi, bahkan mempertanyakan nilai hidupnya sendiri. Di titik itu, kita sering lupa hakekat hidup yang paling sederhana bahwa hidup bukan hanya tentang menang atau kalah, melainkan tentang menjalani dan bertahan,” tulis Methosa dalam pers rilis yang di terima RRI, Senin, 16 Februari 2026.
Tekanan untuk selalu terlihat kuat, tuntutan agar tidak mengeluh, hingga standar keberhasilan yang sempit membuat banyak orang memilih memendam perasaan sendiri. Melalui “Pulanglah”, Methosa ingin mengingatkan bahwa selalu ada tempat untuk kembali, yaitu rumah, Tuhan, maupun teman sebagai ruang untuk berbagi cerita dan melepaskan beban.
Alih-alih menjadi lagu memberi nasihat, “Pulanglah” justru memposisikan diri sebagai teman seperjalanan. Lagu ini digambarkan sebagai peneduh ketika dua sisi dalam diri manusia tengah berdialog atau bahkan berseteru, sekaligus pengingat untuk mengambil jeda sebelum melangkah lebih jauh.
Lagu “Pulanglah” ditujukan bagi siapa pun yang sedang berproses, yang terpuruk dalam perjalanannya, serta mereka yang berani mengakui kekalahan dan siap bangkit kembali. Sebuah ajakan sederhana untuk kembali pada ‘rumah’, tempat bercerita, berdiskusi, atau sekadar menangis sebelum melanjutkan perjalanan hidup.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....