Asmaranala, Kisah Menunggu Tanpa Kepastian
- 14 Feb 2026 08:20 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Penantian cinta yang tak kunjung berujung kepastian menjadi pengalaman emosional yang dekat dengan banyak orang. Kegelisahan tersebut kini diterjemahkan ke dalam karya musik kolaboratif bertajuk Asmaranala, single terbaru hasil pertemuan kreatif Nuki Nares, Dewanda Pratama, dan Eros Tjokro.
Lagu ini diproduseri langsung oleh Nuki Nares dengan mengusung aransemen city pop upbeat bernuansa vintage. Groove bass yang santai, permainan synth retro, serta tempo ceria justru menghadirkan kontras dengan kisah di baliknya tentang memperjuangkan cinta secara habis-habisan.
Eros Tjokro mengungkapkan, ide kolaborasi berawal dari obrolan santai yang kemudian berkembang menjadi proyek serius. “Waktu itu gua sempat ngobrol sama Nuki soal proyek yang kayaknya bakal seru kalau kita bikin bareng. Sampai akhirnya di tahun 2023 atau 2024, gua ajak Nuki untuk membuat sesuatu bersama. Kebetulan saat itu gua lagi merasakan satu certain feeling, dan Nuki juga. Dari situ Nuki akhirnya menuliskan lagu ini. Demonya sudah ada, lalu dikirimkan ke gua,” ujarnya saat talkshow bersama RRI Pro 2 Banten, Jumat (13/2/2026).
Setelah mendengar demo tersebut, Eros merasa Asmaranala memiliki potensi kuat untuk diproduksi lebih jauh. “Gua pikir seru kalau bikin. Terus Nuki bilang kita kayaknya harus featuring nih Ros. Nuki kemudian ngasih rekomendasi satu penyanyi ke gua, namanya Dewanda Pratama. Dari situ akhirnya kolaborasi ini kebentuk,” kata Eros.
Kolaborasi ini mempertemukan karakter vokal yang berbeda. Dewanda Pratama yang sebelumnya dikenal lewat lagu-lagu pop ballad, kali ini menghadapi tantangan baru lewat beat yang lebih ceria. “Pas pertama kali dengar, aku langsung ngerasa, ih seru banget. Beda dari lagu aku sebelumnya,” ujar Dewanda.
Sementara itu, bagi Eros, tantangan terbesar justru datang dari eksplorasi wilayah vokal yang lebih tinggi dari biasanya. “Akhirnya menemukan range baru yang enggak biasa gua nyanyiin,” ucapnya.
Meski dibalut musik yang terdengar ringan, Asmaranala menyimpan keresahan mendalam tentang batas kesabaran dalam menunggu cinta. Potongan lirik seperti, “Berharap lagi ku menunggu kau palingkan perasaan kepadaku, di mana kurangnya aku,” menjadi salah satu bagian yang paling merepresentasikan tema lagu ini.
Nuansa vintage tak hanya terasa pada musik, tetapi juga diperkuat melalui visual video klip. Palet warna hangat, penggunaan kamera bergaya retro, serta pendekatan visual yang sederhana dirancang untuk menghadirkan kesan membuka kembali memori lama tentang cinta yang pernah diperjuangkan.
Nuki berharap Asmaranala dapat menemukan tempat di hati pendengar. “Harapannya lagu ini bisa diterima, bisa bertahan, dan jadi playlist orang,” ujarnya.
Saat ini, Asmaranala telah tersedia di berbagai platform musik digital. Selain itu, music video resminya juga telah dirilis dan bisa ditonton.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....