Film Golok Pusaka Abah Jamhari Tayang Perdana
- 28 Jan 2026 11:37 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Cilegon - Film dokumenter budaya berjudul Golok Pusaka Abah Jamhari dijadwalkan tayang perdana pada Rabu, 28 Januari 2026, di Bioskop Cilegon XXI. Film ini diproduksi oleh Cipta Karnaval Nusantara pada tahun 2025, dengan Nadia sebagai produser dan Darwin Mahesa sebagai sutradara.
Film Golok Pusaka Abah Jamhari mengangkat perjalanan hidup Abah Jamhari, seorang maestro golok pusaka, yang dikenal atas pengabdiannya dalam menjaga proses pembuatan golok pusaka serta melestarikan kesenian dan tradisi budaya Nusantara. Kisahnya direkam secara intim sebagai potret ketekunan seorang empu dalam mempertahankan warisan leluhur di tengah arus modernisasi.
Baca juga: Film Sena Angkat Realita Anak Muda Pencari Kerja
Sebagai karya dokumenter budaya, film ini tidak hanya menampilkan proses teknis pembuatan golok pusaka, tetapi juga menggali nilai spiritual, etika, serta filosofi yang melekat pada setiap bilah golok karya Abah Jamhari. Golok digambarkan bukan sekadar senjata tradisional, melainkan simbol identitas budaya dan adab kehidupan masyarakat Nusantara.
Produser film Golok Pusaka Abah, Nadia, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses produksi. Ia mengatakan, “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan dari tokoh maestro Abah Jamhari serta Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia yang telah mendukung proses produksi film ini. Tanpa kepercayaan dan dukungan berbagai pihak, film ini tidak akan terwujud,” kata dia, Rabu, 28 Januari 2026.
Baca juga: Sukses Digelar, Berikut Daftar Pemenang Festival Film Banten 2025
Sementara Sutradara, Darwin Mahesa menegaskan pentingnya film ini sebagai bentuk pengarsipan budaya. Menurutnya, Abah Jamhari merupakan tokoh sentral dalam pelestarian golok pusaka sebagai identitas budaya bangsa, sehingga keteladanan dan pengetahuannya perlu diabadikan agar tidak terputus oleh waktu.
Di sisi lain, Abah Jamhari berharap film ini dapat menjadi jembatan bagi generasi muda untuk mengenal dan mencintai budaya sendiri. Ia menekankan bahwa golok pusaka bukan hanya sebuah benda, melainkan jati diri, nilai adab, dan tanggung jawab generasi penerus bangsa dalam menjaga warisan budaya Nusantara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....