Morbid Suarakan Kritik Bencana Lewat Single Terbaru

  • 27 Jan 2026 08:07 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Band metal legendaris asal Medan, Morbid, kembali menunjukkan eksistensinya di kancah musik nasional dengan merilis single terbaru berjudul “Tak Punya Hati”. Lagu ini menjadi penanda kebangkitan Morbid setelah vakum cukup lama, sekaligus menjadi medium kritik sosial terhadap lambatnya respons dan minimnya kepedulian pemerintah dalam menangani bencana di wilayah Sumatera.

Morbid yang terbentuk sejak 1991 dikenal sebagai pionir musik metal di Medan. Pada era 1990-an, lagu-lagu mereka seperti “Rekayasa” dan “On Death and Dying” menjadi anthem komunitas metal lokal. Kini, di tahun 2025, Morbid hadir kembali dengan formasi Didi (vokal), Ade (drum), Franslay (bass), dan Keykey (gitar), mengusung karakter metal old school yang dipadukan dengan sentuhan sound modern.

Single “Tak Punya Hati” dirilis melalui HoldFast Records dan mengangkat kegelisahan masyarakat yang kerap merasa ditinggalkan saat bencana seperti banjir dan longsor melanda. Dengan musik yang agresif dan penuh tekanan emosional, Morbid menyuarakan realitas di lapangan mulai dari keterlambatan bantuan, lemahnya koordinasi, hingga suara korban yang tidak terdengar.

“Lagu ini bukan untuk memojokkan, tapi mengetuk hati. Kami melihat sendiri bagaimana warga berjuang sendirian saat bencana terjadi. Musik adalah cara kami menyampaikan keresahan itu,” ujar Didi, vokalis Morbid dalam keterangan resmi yang diterima RRI, Selasa, 27 Januari 2026.

Komposisi musik yang intens, vokal penuh amarah, serta permainan gitar yang tajam menciptakan atmosfer gelap yang merepresentasikan kondisi darurat yang sering diabaikan. Morbid berharap lagu ini dapat menjadi pengingat bahwa keselamatan warga tidak bisa ditunda.

“Kami hanya ingin pemerintah lebih sigap, lebih hadir, lebih manusiawi. Karena bencana bukan lagi kejadian langka, ini realitas yang butuh tindakan nyata,” ucap Didi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....