Emansipasi Perempuan Dinilai Belum Sepenuhnya Merdeka

  • 21 Apr 2026 22:50 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang – Meski emansipasi perempuan terus digaungkan, realitas di lapangan menunjukkan bahwa perempuan Indonesia belum sepenuhnya merdeka. Hal ini diungkapkan Farhatun Najiah dalam program Tik Talk bersama RRI Pro 2 Banten, Selasa, 21 April 2026.

Najiah menilai, kemerdekaan perempuan saat ini masih bersifat formal, sementara dalam praktiknya masih banyak tantangan yang dihadapi, terutama terkait ruang aman dan kebebasan berekspresi.

“Kalau secara harfiah mungkin perempuan sudah merdeka, tapi secara realita masih banyak hal yang harus diperjuangkan,” ucapnya.

Ia menyoroti masih maraknya kasus kekerasan dan pelecehan seksual yang terjadi di berbagai ruang, termasuk lingkungan pendidikan. Kondisi ini menunjukkan bahwa perlindungan terhadap perempuan belum sepenuhnya optimal.

Menurutnya, kemerdekaan perempuan seharusnya mencakup kebebasan dalam berpendapat, berperilaku, hingga merasa aman di ruang publik. Namun, kenyataannya perempuan masih sering dihadapkan pada stigma dan pembatasan.

Najiah juga mengungkapkan perempuan kerap menjadi korban sekaligus disalahkan dalam berbagai kasus, termasuk dalam cara berpakaian maupun berekspresi. Hal ini dinilai sebagai bentuk ketidakadilan yang masih terjadi.

“Kenapa harus selalu perempuan yang disalahkan? Padahal seharusnya semua pihak saling menjaga untuk menciptakan ruang yang aman,” ujarnya.

Ia menambahkan, rendahnya representasi perempuan dalam kepemimpinan juga menjadi indikator bahwa emansipasi belum berjalan maksimal. Perempuan masih sering diragukan kemampuannya dalam memimpin.

Dalam pandangannya, emansipasi bukanlah upaya untuk mengungguli laki-laki, melainkan menciptakan kesetaraan dan kerja sama yang harmonis. Perempuan dan laki-laki harus berjalan berdampingan dalam membangun masyarakat.

Najiah berharap, kesadaran kolektif dapat terus ditingkatkan agar perempuan benar-benar mendapatkan haknya secara utuh, baik dalam kehidupan sosial maupun profesional. Dengan begitu, semangat perjuangan Kartini tidak hanya menjadi simbol, tetapi benar-benar terwujud dalam kehidupan sehari-hari, ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....