Berbagi Kebahagiaan di Penghujung Ramadan

  • 19 Mar 2026 14:49 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang - Suasana khidmat menyelimuti pelataran Masjid Agung Ar-Rahman Pandeglang saat para pelintas dan warga mulai berdatangan menunaikan kewajiban zakat fitrah. Di balik kokohnya pilar masjid di pusat Kota ini, aktivitas penerimaan zakat bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan jembatan kemanusiaan yang menghubungkan para muzaki dengan warga kurang mampu.

Gerakan ini menjadi momentum krusial untuk memastikan tidak ada satu pun warga di sekitar pusat kota yang melewatkan hari kemenangan tanpa kecukupan pangan.

Panitia Unit Penerima Zakat (UPZ) Masjid Agung Ar-Rahman, Opa Musthofa mengungkapkan, proses penerimaan zakat telah dibuka sejak Jumat pekan lalu dan terus berlangsung hingga malam takbiran. Masjid yang menjadi ikon religi masyarakat Pandeglang ini melayani berbagai macam titipan ibadah mulai dari zakat fitrah, zakat mal, hingga fidyah dan sedekah.

Fokus utama kegiatan ini adalah mendistribusikan kembali seluruh hasil pengumpulan secara tepat sasaran kepada kaum duafa yang menggantungkan hidup di sekitar masjid.

"Zakat fitrah merupakan kewajiban bagi orang yang menemukan bulan Ramadan dan Syawal, sebuah momentum tahunan yang bertujuan memberikan kebahagiaan kepada saudara kita yang kurang mampu," ujar Opa, Kamis 19 Maret 2026.

Uniknya, Masjid Agung Ar-Rahman menjadi muara bagi para muzaki yang berasal dari latar belakang beragam, termasuk para pemudik yang sedang beristirahat dalam perjalanan jauh. Sebagai masjid kabupaten, Opa mengatakan jangkauan para muzaki pun menyentuh para pekerja kantoran, Polres, Kodim, hingga instansi pemerintah daerah yang berlokasi di area sekitar.

Kini harapan besar panitia terselip dalam setiap kantong beras dan amplop yang terkumpul, yakni untuk menghadirkan senyum bagi para pedagang asongan, tukang parkir, hingga petugas kebersihan. Pada tahun sebelumnya, Masjid Agung berhasil mendistribusikan sekitar 300 kantong beras kepada mustahik yang tersebar di 13 kampung serta lingkungan internal masjid. Angka ini menjadi acuan bagi panitia untuk mengejar capaian yang lebih baik pada Ramadan 1447 Hijriah ini guna memperluas jangkauan bantuan.

Ia menjelaskan, pendistribusian hasil zakat nantinya akan dilakukan secara serentak pada malam takbiran, yang dinilainya akan menciptakan momen kebersamaan yang hangat antara pengelola masjid dan warga sekitar. Petugas kebersihan dan pedagang kecil yang setiap hari beraktivitas di lingkungan masjid menjadi prioritas utama sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka.

"Langkah ini sejalan dengan misi masjid dalam memperkuat sinergitas antarumat manusia sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan," ucap dia.

Zakat fitrah dipandang sebagai simbol pembersih diri bagi mereka yang telah menunaikan ibadah puasa sebulan penuh sekaligus sebagai bekal menyambut Syawal. Tanpa adanya bantuan ini, banyak warga prasejahtera yang mungkin kesulitan untuk merasakan kegembiraan di hari raya Idulfitri.

"Muzaki di sini sebagian besar bukan hanya warga sekitar, tapi juga dari pemudik yang istirahat atau pegawai dari Polres, Kodim, dan Pemda yang berkantor di sekitar Masjid Agung," katanya.

Baginya kisah di balik meja penerimaan zakat seringkali mengharukan, di mana para pemudik yang kelelahan menyempatkan diri menyisihkan sebagian harta mereka di tengah perjalanan. Semangat berbagi ini baginya menunjukkan bahwa kewajiban agama mampu melampaui batas wilayah dan jarak tempuh.

"Antusiasme yang tinggi ini diharapkan terus bertahan hingga detik-detik terakhir sebelum kumandang takbir bergema di seluruh penjuru Pandeglang," katanya.

Melalui zakat fitrah, Masjid Agung Ar-Rahman menjalankan peran historisnya tidak hanya sebagai tempat sujud, tetapi juga sebagai pusat keadilan ekonomi bagi warga marginal. Kebahagiaan yang dirasakan oleh para pedagang asongan dan dhuafa saat menerima zakat menjadi energi positif bagi para panitia yang bertugas tanpa lelah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....