Wajah Bersih Masjid Al-Istiqomah Bikin Jemaah Betah
- 16 Feb 2026 18:17 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Pandeglang - Sinar matahari pagi mulai menyelinap di sela-sela rumah warga Kampung Cihaseum, Kelurahan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, Banten. Suasana pemukiman di kaki Gunung Karang ini nampak lebih sibuk dari biasanya. Belasan pria dewasa hingga lansia berkumpul di pelataran Masjid Al-Istiqomah dengan membawa berbagai peralatan kebersihan. Hari itu bukan sekadar kerja bakti biasa, melainkan sebuah ritual tahunan untuk menyambut bulan suci Ramadan yang tinggal menghitung hari.
Suara gesekan sapu lidi dan siraman air di lantai masjid menjadi musik pembuka aktivitas warga. Tradisi gotong royong ini menjadi bukti kepedulian warga terhadap rumah ibadah mereka. Semangat kebersamaan begitu kental terasa saat satu per satu warga berbagi tugas, mulai dari menyapu halaman hingga membersihkan sudut-sudut masjid yang sulit dijangkau.
Ketua RT setempat, Babay Supiani, memimpin langsung jalannya aksi bersih-bersih ini. Baginya, aktivitas ini merupakan bentuk antusiasme masyarakat dalam menyambut bulan suci dan peduli terhadap lingkungan masjid. Menurutnya kebiasaan ini sebenarnya sudah dipupuk melalui kegiatan "Jumat Bersih" yang rutin dilakukan, namun momen menjelang Ramadan selalu memberikan kesan dan semangat yang berbeda bagi jamaah.
"Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan, antusiasme masyarakat itu sangat peduli sekali terhadap lingkungan terutama lingkungan masjid. Masyarakat berantusias untuk membersihkan masjid agar nyaman untuk beribadah," ujar Babay, Senin 16 Februari 2026.
Tidak hanya soal fisik bangunan, Babay menangkap semangat spiritual yang mulai tumbuh di tengah warga. Harapan besar tersampir pada pundak setiap jemaah agar bulan puasa tahun ini menjadi momentum untuk lebih giat beribadah. Ia mendambakan barisan salat lima waktu dan tarawih di Masjid Al-Istiqomah nantinya akan dipenuhi oleh warga yang rindu akan suasana religius Ramadan.
Bergeser ke bagian dalam masjid, Sekretaris sekaligus pengurus Masjid Al-Istiqomah, Deni Sobari, nampak sibuk mengecek fasilitas pendukung ibadah. Fokus tim kali ini tidak hanya pada kebersihan lantai, tetapi juga detail lain seperti karpet, kaca, hingga perangkat kipas angin. Deni memastikan setiap kipas angin yang semula tidak berfungsi kembali diperbaiki agar jemaah tidak kegerahan saat menjalankan salat tarawih nanti.
"Kami ada kegiatan bersih-bersih karpet, kaca, dan juga kipas angin yang memang tidak berfungsi. Kami cek lagi agar berfungsi guna untuk mempersiapkan jemaah-jemaah ini tidak kegerahan atau lebih nyaman untuk beribadah salat tarawih," ucap Deni.
Deni mengatakan, kesibukan tidak hanya milik kaum bapak. Di sudut lain, para ibu di Kampung Cihaseum turut ambil bagian dengan cara mereka sendiri. Mereka sibuk menyiapkan hidangan untuk dimakan bersama setelah aksi bersih-bersih usai. Tradisi makan bersama setelah bekerja ini kerap disebut warga sebagai momen munggahan, sebuah simbol kerukunan sebelum memasuki masa puasa.
Deni menambahkan, Masjid Al-Istiqomah sudah menyusun rangkaian program mulai dari buka bersama hingga santunan untuk lansia, janda, dan anak yatim. Tradisi tadarus Al-Qur'an pun menjadi agenda yang paling dinanti masyarakat, yang setiap tahunnya selalu khatam Al-Qur'an hingga empat atau lima kali sering.
"Harapannya kita sebagai masyarakat umumnya lebih peduli lagi terhadap tempat peribadahan, menjunjung tinggi kebersihan guna untuk kekhusyukan salat kita bersama," ujarnya.
Ia berharap suasana gotong royong di Kampung Cihaseum ini menjadi pengingat bahwa kebersihan adalah bagian dari persiapan batin. Saat bedug Zuhur menandakan selesainya pekerjaan, Masjid Al-Istiqomah kini telah siap, bersih, dan harum untuk menyambut langkah-langkah jemaah yang datang menjemput keberkahan di bulan suci.