Pasukan Senyap Penjaga Keasrian

  • 10 Feb 2026 14:24 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Kota Serang - Keriuhan puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2026 pada 9 Februari 2026 di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) menyisakan sisi kemanusiaan yang kontras. Di tengah ribuan tamu VIP dan hiruk pikuk seremonial, puluhan orang berpakaian santai tampak membungkuk, menyisir setiap sudut area kegiatan. Mereka bukan tamu undangan, melainkan "pasukan senyap" yang berburu puntung rokok dan sampah plastik demi memastikan lingkungan tetap bersih.

Rudi Wahyono, salah satu relawan muda, terlihat sigap memunguti sampah yang terselip di antara deretan mobil, dan hiruk pikuk manusia. Baginya, kebersihan merupakan tanggung jawab bersama yang tidak bisa ditawar, terlepas dari besar atau kecilnya sebuah acara. Ia percaya lingkungan yang bersih berkorelasi langsung dengan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat.

"Kita tidak malu ya, karena kegiatan kita ini kegiatan mulia, bersih-bersih ya. Kita membersihkan area supaya terlihat bersih, nyaman, karena kebersihan itu tanggung jawab kita bersama," ujar Rudi, Senin 9 Februari 2026.

Dari deretan bazar hingga kemegahan acara matanya hanya fokus pada dua hal, yakni puntung rokok dan sampah plastik. Kedua jenis sampah yang paling banyak terlihat, yang sering kali dibuang sembarangan oleh pengunjung.

Rasa minder atau malu tidak terlintas sedikit pun di benak Rudi meski ia harus berkutat dengan limbah di saat orang lain menikmati acara. Baginya, aktivitas memungut sampah adalah pekerjaan mulia yang memberikan kenyamanan bagi orang banyak. Fokusnya hanya satu, memastikan kawasan KP3B tetap nyaman dipandang tanpa gangguan sampah yang berserakan.

Sementara Koordinator Lapangan Tim Bersih-bersih, Hidayat menyebut timnya mengerahkan 50 orang untuk menyisir seluruh venue kegiatan sejak pukul 06.00 WIB. Tim ini menyebar ke berbagai titik strategis sebelum rangkaian acara dimulai guna mengantisipasi penumpukan sampah.

​"Kami ingin mengajak khususnya kepada masyarakat, kegiatan kami mungkin ini kegiatan paling terkecil. Ke depannya menurut kami ini adalah kegiatan yang akan menjadi dampak paling besar," katanya.

Hidayat menyadari setiap kegiatan berskala besar selalu berisiko memproduksi sampah dalam jumlah signifikan akibat perilaku pengunjung yang kurang tertib. Kehadiran timnya berfungsi sebagai penyeimbang agar kesuksesan acara tidak menyisakan beban bagi lingkungan sekitar.

Hidayat menegaskan seluruh anggota tim bekerja dengan rasa ikhlas tanpa adanya perasaan canggung maupun malu. Meskipun aktivitas mereka terlihat kecil dibandingkan megahnya acara HPN, dampak yang dihasilkan dirasakan langsung oleh ekosistem lingkungan. Mereka ingin menunjukkan bahwa peduli lingkungan bisa dimulai dari langkah-langkah sederhana namun konsisten.

"Harapan kami masyarakat Indonesia harus lebih aware, lebih care kaitannya dengan sampah plastik dan puntung rokok karena setiap tempat pasti sudah disiapkan tempat pembuangan sampah," kata Hidayat.

​Bagi Hidayat dan tim, bekerja di balik layar dengan memungut sampah merupakan bentuk pengabdian yang dilakukan dengan penuh keikhlasan. Mereka tidak merasa kehilangan momen menikmati acara, sebab kepuasan batin justru hadir saat melihat area kembali bersih. Gerakan kecil ini diyakini akan memberikan dampak besar jika dilakukan secara konsisten dan kolektif.

Rekomendasi Berita