Duta Genre Perkuat Sekolah dan PIKR
- 31 Des 2025 12:56 WIB
- Banten
KBRN, Serang: Dialog Bersama Pro 2 RRI Banten, Rabu (31/12/2025), menghadirkan Duta Genre Provinsi Banten 2025, Yoga Andika Wijaya dan Wahidah Fajar Ardiani. Dalam bincang santai namun informatif, keduanya menegaskan fokus utama program adalah memperluas jangkauan edukasi melalui sekolah, komunitas, dan pusat informasi konseling remaja (PIKR). Program yang dirancang menjadi gerakan terstruktur agar dapat menyentuh pelajar dengan strategi yang terukur.
Yoga mengungkapkan edukasi penting dilakukan di ruang remaja, seperti sekolah dan kegiatan ekstrakurikuler. Menurutnya, forum PIKR menjadi ruang efektif untuk penanaman nilai generasi berencana. “Saya ingin memperluas penyuluhan dengan menggandeng sekolah dan memaksimalkan peran PIKR, karena remaja perlu tempat belajar yang dekat dengan keseharian mereka,” ujar Yoga.
Wahida menambahkan distribusi informasi akan berjalan sistematis melalui PIKR jalur pendidikan dan PIKR jalur masyarakat yang tersebar di berbagai daerah. Ia menjelaskan penyampaian informasi tidak hanya melalui forum formal, tetapi juga melalui pendekatan visual dan kreatif. “Kami ingin PIKR menjadi pusat informasi yang aktif dan inklusif, karena tidak semua remaja nyaman menerima edukasi secara formal,” ucapnya.
Keduanya menilai bahwa keberhasilan program tidak hanya bergantung pada konten materi, tetapi juga kolaborasi lintas sektor. Mereka membuka peluang kerja sama dengan sekolah, lembaga kepemudaan, komunitas sosial, dan pemerintah daerah. Mereka menilai bahwa semakin luas jaringan, semakin besar dampak perencanaan untuk remaja. “Kami siap bekerja sama dan membuka tangan selebar-lebarnya untuk sekolah dan komunitas yang ingin ikut terlibat,” katanya.
Selain sekolah, media sosial dan platform digital menjadi sarana lain untuk menjangkau audiens. Yoga menyebut bahwa remaja zaman kini cenderung menyerap informasi dari internet. Karena itu, mereka akan memproduksi konten edukatif yang mudah diterima dan sesuai gaya komunikasi Gen-Z. “Anak muda lebih mudah mendapat pemahaman lewat visual dan konten yang ringan, jadi kami akan memaksimalkan media sosial agar pesan benar-benar sampai,” ujarnya.(Shanadu Putra Nugraha)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....