Pengabdian 14 Tahun Sebagai Honorer Berbuah Manis
- 17 Mei 2025 12:55 WIB
- Banten
KBRN, Lebak: Haru dan bahagia menyelimuti Beni, saat pengumuman kelulusan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) diumumkan pada awal tahun 2025. Perjuangan panjang selama 14 tahun sebagai tenaga honorer di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lebak, akhirnya membuahkan hasil yang selama ini hanya menjadi impian: diangkat menjadi PPPK.
Pria yang akrab disapa Omben itu, memulai pengabdiannya sejak tahun 2011 sebagai staf honorer di bagian Kehumasan Kemenag Lebak.
Ditemui disela aktivitasnya sebagai pegawai Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lebak, suami dari Nurhayati ini mengaku meski status kepegawaiannya tak kunjung jelas selama lebih dari satu dekade, ia tetap memilih bertahan.
“Dulu sempat terpikir untuk berhenti saja, mencari pekerjaan lain karena rasanya tidak ada kepastian. Apalagi setiap ikut seleksi CPNS selalu gagal. Tapi keluarga selalu mendukung untuk tetap sabar dan terus berdoa,” ucap Beni, Jumat (16/5/2025).
Dorongan dari keluarga, terutama istri dan anak-anaknya, menjadi semangat utama baginya untuk terus bertahan.“Selama ini saya melihat bagaimana suami berjuang tanpa lelah, tetap sabar walaupun belum ada kejelasan. Ketika akhirnya dinyatakan lulus PPPK, saya menangis haru. Ini benar-benar hadiah terindah untuk keluarga kami,” ujar Nurhayati, istri Beni.
Perjalanan panjang Beni juga diwarnai dengan prestasi. Pada tahun 2015, ia meraih juara 1 dalam ajang Koresponden Website Tingkat Kanwil Kementerian Agama Provinsi Banten.
Amanda Oktaviani, putri pertama Beni, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya.“Ayah selalu jadi contoh buat saya. Kerja keras dan kesabaran ayah akhirnya terbayar. Saya bangga banget jadi anak beliau,” ujarnya.
Kini, dengan status PPPK, ayah dua anak ini merasa lebih bertanggung jawab untuk memberikan kontribusi terbaik bagi instansinya.
“Saya ingin tetap memberikan kontribusi yang baik untuk Kementerian Agama. Status PPPK ini adalah amanah. Saya ingin menjaganya dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Ia berharap kisahnya menjadi inspirasi bagi para honorer lainnya. Ia percaya, kerja keras, keikhlasan, dan doa yang tak putus akan berbuah manis pada waktunya.
“Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah banyak membantu dan memberikan doa. Terutama kepada keluarga saya, istri dan anak-anak, juga kepada Bapak Presiden, Menteri Agama RI, Kakanwil Kemenag Banten, Kepala Kantor Kemenag Lebak, Kasubbag TU, Kepala Seksi, Penyelenggara Zawa serta seluruh keluarga besar Kemenag Lebak,” katanya penuh rasa syukur.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....