Masjid Agung Al-A'raf Jadi Pusat Kegiatan Ramadan

  • 04 Mar 2025 09:35 WIB
  •  Banten

KBRN, Lebak: Masjid Agung Al-A’raf, yang juga dikenal sebagai Masjid Agung Rangkasbitung, merupakan salah satu masjid bersejarah di Kabupaten Lebak. Masjid ini dibangun pada tahun 1928 di atas tanah wakaf seluas 3.264 meter persegi dan sejak awal ditetapkan sebagai Masjid Agung untuk Kabupaten Lebak.

Masjid ini memiliki nilai sejarah yang mendalam karena di kompleksnya terdapat makam Adipati Natanegara, Bupati Kabupaten Lebak pada 1830-an. Seiring waktu, Masjid Agung Al-A’raf telah mengalami beberapa kali renovasi. Renovasi pertama dilakukan pada masa pemerintahan Bupati Yasa’a Mulyadi pada tahun 1988 dan selesai pada 2002 dengan biaya sekitar Rp3 miliar.

Renovasi berikutnya dilakukan pada 2004 di bawah kepemimpinan Bupati Mulyadi Jayabaya, dengan dana sekitar Rp17,5 miliar yang memberikan tampilan seperti yang terlihat saat ini.

Salah satu hal unik dari Masjid Agung Al-A’raf adalah keberadaan meriam tua yang masih digunakan hingga kini. Meriam ini ditembakkan sebagai tanda waktu berbuka puasa dan sahur selama bulan Ramadan. Suara ledakannya begitu keras hingga dapat terdengar sejauh 10 kilometer, mencakup wilayah Kecamatan Rangkasbitung, Kalanganyar, dan Cibadak.

Masjid ini juga memiliki menara ramping setinggi sekitar 40 meter. Dahulu, menara ini digunakan oleh muazin untuk mengumandangkan azan. Kini, pengeras suara telah dipasang sehingga muazin tidak perlu lagi naik ke puncak menara. Puncak menara berbentuk gazebo dengan delapan jendela yang memungkinkan pengunjung menikmati pemandangan sekitar kompleks masjid. Wisatawan diperbolehkan menaiki menara ini untuk melihat keindahan kawasan Rangkasbitung dari ketinggian.

Selama bulan Ramadan, Masjid Agung Al-A’raf menjadi pusat berbagai kegiatan keagamaan yang berlangsung hampir 24 jam setiap hari. Kegiatan ini dimulai dengan berbuka puasa bersama, dilanjutkan dengan ceramah yang diawali pembacaan ayat suci Al-Qur'an, serta disiarkan langsung melalui radio Multatuli FM.

"Setelah itu, jamaah melaksanakan salat tarawih dan tadarus Al-Qur'an. Pada pagi hari, setelah salat Subuh, diadakan kajian keislaman, sementara siang harinya terdapat kultum menjelang salat Zuhur," kata Kepala Bagian Kesra Setda Lebak, Iyan Fitriyana, Selasa (4/3/2025).

Puncak kegiatan Ramadan di masjid ini terjadi pada 10 hari terakhir, di mana jamaah dapat mengikuti iktikaf bersama."Bahkan nanti di 10 hari terakhir kita akan menggelar iktikaf bersama di masjid Agung Al- A'raf, jadi nyaris 24 jam kita gelar kegiatan di Masjid Agung Al Araf," ujar Iyan.

Masjid Agung Al-A’raf terletak di kawasan pusat administrasi Kabupaten Lebak, menjadikannya mudah diakses oleh masyarakat. Lokasinya dapat dijangkau dengan mudah dari persimpangan Jalan Sunan Kalijaga menuju Jalan Multatuli hingga ke Alun-Alun Rangkasbitung.

Dengan sejarah panjang dan berbagai kegiatan keagamaan yang rutin diadakan, Masjid Agung Al-A’raf tetap menjadi pusat ibadah sekaligus destinasi wisata religi yang menarik di Kabupaten Lebak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....