Kisah Arsiman, Tukang Sol Sepatu yang Gigih Berusaha
- 04 Okt 2024 16:40 WIB
- Banten
KBRN Serang: Pekerjaan sebagai sol sepatu, terkadang dipandang sebagai pekerjaan yang harus memiliki keterampilan khusus. Namun dengan pendapatan yang minim, kehadiran tukang sol sepatu sangat membantu dalam menangani alas kaki yang sudah rusak.
Tidak sedikit keluarga yang biaya hidup sehari-harinya berasal dari pekerjaan kepala keluarga sebagai tukang sol sepatu, seperti yang digeluti oleh Arsiman. Ayah 4 anak yang biasa di sapa Rasiman, berprofesi sebagai tukang sol di Pasar lama, Kota Serang. Arsiman biasa mulai kerja pada pukul 7.00 pagi hingga pukul 7.00 malam. Bahkan ia terkadang harus membantu orang yang menjual baju bekas kepadanya, lalu bajunya ia jual kembali dengan biaya yang murah yaitu hanya Rp5000.
“Sambil beliin barang bekas, juga sambil nolong orang-orang yang butuh bensin. Ada yang nawarin pakaian-pakaian begini, Ada yang nawar misalnya Rp5000, ya silahkan,” kata Arsiman.
Arsiman hanya seorang pria yang tidak bersekolah sejak ia kecil. Ia terpaksa putus sekolah saat menduduki kelas 4 Sekolah Dasar, lantaran harus merantau dengan saudara-saudaranya ke Lampung untuk mengikuti Bibinya dan menjadi petani.
“Waktu kecil dulu, saya langsung dibawa ke Lampung, berhenti kelas 4 SD langsung dibawa ke Lampung. Datang ke Lampung untuk tani, berkebun kopi, nanam padi,” kata Arsiman.
Arsiman merupakan warga asli Pamarayan Kabupaten Serang. Sebelum menjadi tukang sol sepatu, ia pernah menjadi tukang becak, lalu belajar cara menjadi seorang tukang sol sepatu
"Hanya dengan melihat cara kerjanya saja," ujarnya.
Arsiman bersyukur dengan pekerjaannya yang seperti ini, karena dapat mencukupi kebutuhan dan sesuai dengan kemampuan yang ia miliki saat ini. Pria 70 tahun ini menuturkan tidak selamanya menjadi tukang sol sepatu itu menyenangkan. Kadang juga ada dukanya seperti barang-barang milik konsumennya, ketika dititipkan kepadanya dicuri oleh orang lain. Bahkan hampir lebih besar tingkat kerugian daripada keuntungannya. Namun karena Arsiman telah mengalami begitu banyak pengalaman, sehingga ia tetap sabar dan terus berjuang untuk keluarganya saat ini. (Muhamad Syarif Hidayatullah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....