Tingkatkan Kesejahtetaan Petani, Pemasaran Gula Aren Lebak Diperkuat

  • 04 Agt 2026 06:36 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kabupaten Lebak terus berupaya meningkatkan pemasaran produksi gula aren sebagai salah satu komoditas unggulan daerah. Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan nilai jual produk gula aren yang dihasilkan para perajin dan petani di Kabupaten Lebak.

Kepala Bidang Usaha Kecil Menengah (UKM) Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak, Juli Zakiah, mengatakan peningkatan pemasaran menjadi fokus utama pemerintah daerah. Pemasaran yang semakin luas akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan petani aren.

Ia menjelaskan, produksi gula aren selama ini telah menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Lebak. Permintaan pasar terhadap gula aren, kata dia, terus menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun.

Kondisi tersebut mendorong para perajin untuk terus meningkatkan kapasitas produksi agar mampu memenuhi kebutuhan pasar. Diperkirakan, puluhan ton gula aren diproduksi setiap hari oleh para perajin di Kabupaten Lebak.

Produksi tersebut kemudian dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia. Selain memenuhi kebutuhan pasar di Provinsi Banten, gula aren asal Lebak juga dipasarkan ke DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Bahkan, sebagian hasil produksi telah menembus pasar ekspor ke luar negeri. Juli mengatakan, keberhasilan pemasaran tersebut menjadi bukti bahwa kualitas gula aren Lebak semakin mendapat kepercayaan konsumen.

"Kami terus berupaya memperluas pemasaran produksi gula aren agar nilai ekonomi komoditas ini semakin meningkat. Harapannya, kesejahteraan pelaku UMKM dan petani aren di Kabupaten Lebak juga ikut meningkat," kata Juli Zakiah di Lebak, Senin, 3 Agustus 2026.

Ia menuturkan, usaha gula aren di Kabupaten Lebak telah berkembang selama puluhan tahun dan menjadi mata pencaharian masyarakat. Perkembangan tersebut didukung oleh melimpahnya pohon aren yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Lebak.

Ketersediaan bahan baku yang melimpah membuat usaha gula aren dapat terus berkembang secara berkelanjutan. Saat ini, jumlah perajin gula aren di Kabupaten Lebak tercatat sebanyak 5.815 orang.

Para perajin tersebut mampu menghasilkan omzet sekitar Rp96,65 miliar setiap tahunnya. Angka tersebut menunjukkan bahwa sektor gula aren memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian daerah.

Produksi gula aren di Kabupaten Lebak tersebar di Kecamatan Sobang, Muncang, Cibeber, Cirinten, Leuwidamar, Cilograng, Cijaku, Cigemblong, Malingping, dan Panggarangan. Juli menegaskan pemerintah daerah akan terus mendampingi para pelaku UMKM agar mampu meningkatkan kualitas produk dan daya saing di pasar.

"Kami optimistis gula aren Kabupaten Lebak akan semakin dikenal, baik di pasar nasional maupun internasional, karena kualitas produk dan potensi bahan bakunya sangat besar," ujarnya.

Melalui penguatan pemasaran, pendampingan usaha, dan peningkatan kualitas produk, Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak berharap industri gula aren terus berkembang sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....