Pemkab Lebak Tingkatkan Kualitas UMKM Olahan Perikanan

  • 18 Jul 2026 07:07 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak terus mendorong peningkatan kualitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis produk perikanan tangkap agar mampu bersaing di pasar domestik maupun internasional. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan nilai tambah hasil perikanan sekaligus mewujudkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Kepala Bidang Pelayanan Usaha Perikanan (PUP) Dinas Perikanan Kabupaten Lebak, Oktody Pamungkas, mengatakan pemerintah daerah terus membina pelaku UMKM agar menghasilkan produk olahan ikan yang berkualitas. "Kami mendorong UMKM berbasis produk olahan perikanan tangkap agar memiliki kualitas yang semakin baik sehingga mampu bersaing di pasar domestik maupun mancanegara," ujar Oktody di Lebak, Jum'at, 17 Juli 2026.

Pelaku UMKM olahan ikan saat ini terus tumbuh di wilayah Binuangeun dan Malingping. Berbagai produk olahan berbahan baku ikan telah menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat pesisir.

Produk tersebut antara lain kerupuk ikan, bakso ikan, ikan asin, pindang, otak-otak, dendeng ikan, sate bandeng, abon ikan, rendang ikan, hingga aneka camilan berbahan dasar ikan. Sejumlah produk bahkan telah dipasarkan ke berbagai supermarket di Jakarta.

Oktody menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 150 UMKM berbasis olahan ikan di Kabupaten Lebak. Perputaran ekonomi dari sektor tersebut mencapai ratusan juta rupiah setiap bulan.

Perkembangan UMKM olahan ikan memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan keluarga nelayan. "Semakin berkembangnya UMKM olahan hasil perikanan akan semakin meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, khususnya keluarga nelayan," katanya.

Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Karya Mandiri Kecamatan Wanasalam, Bedah, mengatakan produk abon ikan yang diproduksinya telah dipasarkan ke sejumlah supermarket di wilayah Jabodetabek. Produk dengan merek "Bu Bedah" tersebut dibuat dari ikan tuna dan ikan marlin.

"Abon ikan kami mampu bertahan hingga delapan bulan tanpa bahan pengawet. Rasanya renyah, gurih, dan memiliki kandungan protein yang tinggi sehingga diminati konsumen," kata Bedah.

Ia berharap dukungan pemerintah terhadap pelaku UMKM terus ditingkatkan agar produk olahan perikanan Kabupaten Lebak semakin dikenal luas dan mampu menembus pasar ekspor.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....