Dari Rasa Bosan, Annisa Bangun Bisnis Pisang Goreng
- 23 Jun 2026 07:37 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang – Berawal dari rasa bosan setelah keluar dari pekerjaan sebelumnya, Annisa Rabbany selaku pemilik Pisang Goreng Madu Mamih berhasil mengubah waktu luangnya menjadi peluang usaha yang kini tengah berkembang di kawasan Pakupatan, Kota Serang. Annisa mengatakan, usaha Pisang Goreng Madu Mamih mulai dirintis pada 2025 setelah dirinya memutuskan mengundurkan diri dari pekerjaan sebelumnya.
Pada masa transisi tersebut, ia mengaku sempat menikmati waktu luang di rumah. Namun, seiring berjalannya waktu, ia merasa perlu memiliki aktivitas yang lebih produktif dan mampu memberikan nilai ekonomi bagi keluarga.
Keinginan tersebut kemudian mendorongnya berdiskusi dengan sang suami untuk mencari peluang usaha yang sesuai dengan kemampuan dan kondisi modal yang dimiliki. Setelah mempertimbangkan sejumlah pilihan, keduanya sepakat untuk terjun ke sektor kuliner yang dinilai memiliki pasar luas dan terus dibutuhkan masyarakat.
"Awalnya saya resign dari pekerjaan. Seminggu pertama masih menikmati waktu di rumah, tapi lama-lama merasa bosan. Akhirnya saya dan suami berpikir untuk memulai usaha," ujarnya dalam program UMKM Bicara RRI Pro 1 Banten, Senin, 22 Juni 2026.
Menurut Annisa, keputusan memilih bisnis kuliner juga didasarkan pada pengalaman keluarga yang telah terbiasa membuat berbagai jenis kue. Selain itu, usaha makanan dinilai lebih mudah dijalankan dengan modal yang relatif terjangkau dibandingkan membuka usaha produksi kue dalam skala besar.
Setelah melakukan pengamatan terhadap kondisi pasar di kawasan Pakupatan, Kota Serang, Annisa melihat adanya peluang yang belum banyak digarap pelaku usaha lain. Ia menemukan bahwa produk pisang goreng madu masih jarang dijual di wilayah tersebut, sehingga memiliki potensi untuk menarik perhatian konsumen.
Berbekal keyakinan tersebut, Annisa mulai merancang konsep usaha, melakukan uji coba resep, hingga memasarkan produknya secara sederhana melalui jaringan pertemanan dan grup WhatsApp warga. Langkah tersebut menjadi awal perjalanan Pisang Goreng Madu Mamih yang kini terus berkembang dan dikenal masyarakat. Respons positif dari pelanggan menjadi modal untuk membuka kios permanen.
"Alhamdulillah, dua minggu pertama penjualan bisa mencapai 30 sampai 40 porsi per hari. Dari situ kami yakin untuk membuka kios dan mengembangkan usaha lebih serius," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....