Menjelang Iduladha Harga Cabe dan Bawang di Pandeglang Naik Dua Kali Lipat
- 24 Mei 2026 16:58 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Pandeglang - Harga cabe merah cabe rawit, hingga bawang merah di Pasar Badak Pandeglang meroket tajam hingga dua kali lipat menjelang perayaan Hari Raya Iduladha 2026. Lonjakan harga dipicu oleh kelangkaan pasokan akibat menipisnya hasil panen dari daerah sentra produksi di Pulau Jawa, sehingga pedagang eceran harus berebut barang di tingkat agen grosir.
Salah seorang pedagang sayuran di Pasar Badak Pandeglang, Aas, mengonfirmasi tren kenaikan harga komoditas penting seperti cabai dan bawang merah terjadi hampir setiap hari. Minimnya pasokan lokal dinilainya memaksa pasar bergantung penuh pada distribusi kiriman dari wilayah Brebes, Jawa Tengah, yang kondisinya saat ini juga sangat terbatas dengan ukuran yang sangat kecil.
"Semuanya pada naik, cabai merah naik, bawang merah naik, cabai rawit naik, semuanya naik jadi bingung ngejualnya. Penyebabnya karena barangnya langka dan susah dari sananya," ujar Aas saat ditemui di lapak dagangannya, Minggu 24 Mei 2026.
Ia menyebut harga cabai merah melambung drastis dari harga normal Rp30 ribu menjadi Rp60 ribu per kilogram. Lonjakan serupa terjadi pada cabai rawit yang melesat dari Rp40 ribu menjadi Rp80 ribu per kilogram, serta komoditas bawang merah yang ikut merangkak naik dari posisi Rp32 ribu hingga menyentuh angka Rp60 ribu per kilogram.
Mahalnya harga kebutuhan ini dikatakan Aas berimbas langsung pada penurunan volume pembelian konsumen secara drastis dalam beberapa pekan terakhir. Guna menyiasati pengeluaran dapur, menurut Aas masyarakat yang biasanya membeli dalam takaran kilogram kini beralih memilih opsi paket sayuran campuran seharga Rp10 ribu.
"Pembelian ada pengurangan, biasanya beli seperempat atau sekilo sekarang paling sedikit beli sambal campur sepuluh ribu. Harga cabai tiap hari naiknya ngeroket," kata Aas.
Walau demikian, Aas menyebut para pedagang di Pasar Badak memilih tidak menyetok komoditas bumbu dapur dalam jumlah besar karena karakteristik sayuran yang cepat membusuk dan rusak. Pembatasan stok harian ini terpaksa dilakukan guna menghindari risiko kerugian materi yang lebih besar akibat potensi penolakan konsumen jika kualitas fisik barang menurun.
"Kita kalau buat nyetok barang kan enggak mungkin karena barang busuk, nanti takutnya pada busuk semua dan konsumen enggak mau kayak gitu," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....