Gula Aren Lebak Jadi Andalan Ekonomi Daerah

  • 19 Apr 2026 06:04 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • Produksi gula aren di Kabupaten Lebak, kini menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat
  • Permintaan pasar akan gula aren dari Lebak terus meningkat
  • saat ini terdapat sekitar 5.815 perajin gula aren di Kabupaten Lebak.
  • omzet yang dihasilkan mencapai Rp96,65 miliar per tahun.
  • gula aren organik memiliki banyak manfaat dan aman dikonsumsi

RRI.CO.ID, Lebak - Produksi gula aren di Kabupaten Lebak, kini menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat. Permintaan pasar yang terus meningkat membuat komoditas ini semakin berkembang dan diminati.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kabupaten Lebak, Imam Suangsa, mengatakan produksi gula aren dari para perajin mampu mencapai puluhan ton setiap hari. Hasil tersebut dipasok ke berbagai daerah.

“Diperkirakan puluhan ton produksi gula aren per hari dari perajin dipasok ke pasar,” ujar Imam dalam keterangannya di Lebak, Sabtu,18 April 2026.

Ia menjelaskan, usaha gula aren di wilayah tersebut telah berkembang selama puluhan tahun. Ketersediaan bahan baku dari pohon aren yang melimpah menjadi faktor utama keberlanjutan produksi.

Produk gula aren dari Lebak tidak hanya dipasarkan di wilayah Banten, tetapi juga menjangkau DKI Jakarta dan Jawa Barat. Bahkan, sebagian produksi telah menembus pasar internasional.

Imam menyebutkan, saat ini terdapat sekitar 5.815 perajin gula aren di Kabupaten Lebak. Dari jumlah tersebut, omzet yang dihasilkan mencapai Rp96,65 miliar per tahun. Sentra produksi gula aren tersebar di sejumlah kecamatan, seperti Sobang, Muncang, Cibeber, Cirinten, hingga Panggarangan. Wilayah-wilayah tersebut dikenal sebagai penghasil utama gula aren di Lebak.

Pemerintah daerah terus mendorong peningkatan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Hal ini penting untuk menjadikan gula aren sebagai komoditas unggulan daerah. “Kami mendorong agar perajin gula aren meningkatkan kualitas dan mutu sehingga mampu bersaing di pasar,” kata Imam.

Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Mitra Mandala, Anwar Aan, mengatakan pihaknya terus menyesuaikan produksi dengan permintaan pasar. Produk yang dihasilkan meliputi gula aren cetak dan gula aren bubuk atau gula semut. Menurut Anwar, gula aren yang diproduksi memiliki keunggulan karena termasuk kategori organik.

Hal ini disebabkan tanaman aren tumbuh alami tanpa paparan pupuk kimia. “Perkebunan aren kami berada di sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak, sehingga produk yang dihasilkan organik dan lebih sehat,” ujarnya.

Ia menambahkan, gula aren organik memiliki banyak manfaat dan aman dikonsumsi, termasuk bagi penderita diabetes. Selain itu, rasanya juga khas dan lebih alami. Permintaan pasar domestik terhadap gula aren Lebak terus meningkat. Produk tersebut dipasarkan ke berbagai kota seperti Bandung, Garut, Yogyakarta, Semarang, Jakarta, Bekasi, dan Tangerang.

Harga gula aren pun cukup kompetitif, dengan gula semut dan gula jahe dijual sekitar Rp25 ribu per kemasan, sementara gula cetak mencapai Rp250 ribu per toros. “Usaha gula aren ini mampu menyerap tenaga kerja hingga ratusan orang, mulai dari petani hingga pengolah, sehingga sangat membantu perekonomian masyarakat desa,” kata Anwar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....