Harga Kemasan Plastik Melambung, Pelaku Usaha di Kota Serang Ngeluh

  • 05 Apr 2026 00:26 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Harga berbagai jenis plastik di Pasar Rau, Kota Serang, mengalami lonjakan signifikan. Kenaikan terjadi akibat naiknya harga bahan baku dari pabrik disertai pasokan yang tidak stabil.

Pengelola toko plastik di Pasar Rau, Geri, mengatakan kondisi tersebut mulai terasa setelah Lebaran, saat harga dari produsen meningkat dan distribusi barang tidak lagi lancar seperti sebelum Ramadan.

“Setelah Lebaran bahan baku dari pabrik sudah naik. Pasokan juga berkurang, tidak seperti sebelum puasa yang lancar,” ujar Geri, Sabtu, 4 April 2026.

Ia menjelaskan, distribusi yang terhambat membuat jumlah barang yang diterima tidak sesuai dengan pesanan. Dalam kondisi normal, pemesanan dapat terpenuhi seluruhnya, namun kini hanya sebagian yang dikirim.

“Kalau pesan 20 item, paling yang datang hanya 10 item. Jadi memang terhambat di distribusi,” katanya.

Di sisi lain, permintaan justru meningkat seiring aktivitas pedagang yang kembali normal setelah Ramadan. Kondisi ini membuat tekanan di tingkat pedagang semakin terasa.

“Permintaan banyak, pedagang sudah mulai aktif lagi. Biasanya omzet bisa lebih dari Rp10 juta per hari untuk plastik,” ucapnya.

Geri menyebut sejumlah jenis plastik yang mengalami kenaikan di antaranya PE (Polyethylene), PP (Polypropylene), dan HDPE (High-Density Polyethylene), termasuk produk turunan seperti gelas plastik.

Plastik PE bersifat lemas, elastis, dan cenderung buram sehingga cocok untuk kemasan cairan. Sementara PP lebih kaku, transparan, dan tahan panas sehingga sering digunakan untuk wadah makanan panas. Adapun HDPE memiliki karakter lebih keras, tebal, dan kuat sehingga umum dipakai untuk kantong dan kemasan berat.

Kenaikan juga terjadi pada produk gelas plastik. Harga gelas kopi naik dari Rp5.000 menjadi Rp7.000 per rol, sedangkan gelas untuk pop es naik dari Rp7.000 menjadi Rp10.000 per rol atau sekitar 40 hingga 50 persen.

Kenaikan paling tinggi terjadi pada plastik kantong yang mencapai 70 hingga 80 persen, sehingga berdampak luas terhadap pelaku usaha kecil.

Salah satu pedagang es dawet, Agus, mengaku kenaikan harga plastik sangat memengaruhi biaya operasional, namun tidak diikuti dengan kenaikan harga jual.

Plastik es yang sebelumnya dijual Rp10.000 kini naik menjadi Rp17.000 hingga Rp18.000 per kemasan. Kenaikan tersebut dirasakan memberatkan pedagang kecil.

Pedagang es dawet di Pasar Rau, Agus, mengaku tidak dapat menaikkan harga jual meski biaya kemasan meningkat. Kondisi tersebut berisiko menurunkan minat pembeli.

“Kalau kuliner susah ikut naik. Jadi tetap jual harga lama, paling pasrah saja,” ujar Agus.

Ia menambahkan, kenaikan juga terjadi pada gelas plastik dan tutupnya. Harga kemasan tersebut naik dari sekitar Rp15.000 menjadi Rp20.000 per bal, atau mendekati dua kali lipat.

Kondisi ini dirasakan hampir seluruh pelaku usaha yang bergantung pada kemasan plastik.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....