Kerajinan Tangan Khas Banten dari Satria Craft Menarik Minat Pembeli
- 10 Mar 2026 14:15 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Kerajinan tangan khas Banten terus berkembang melalui kreativitas para pelaku usaha lokal. Berbagai produk unik dengan sentuhan budaya daerah kini banyak diminati masyarakat. Salah satunya datang dari Satria Craft yang menghadirkan beragam kerajinan handmade. Produk tersebut dibuat dengan desain khas dan bahan yang beragam.
Penjual kerajinan Satria Craft, Mai, mengatakan produknya terdiri dari berbagai jenis aksesori hingga tas. Kerajinan yang dibuat memiliki ciri khas budaya Banten. Salah satu produk yang cukup menarik perhatian adalah bros berbentuk golok. Aksesori tersebut terinspirasi dari budaya pergolokan yang dikenal di Banten.
“Produk yang kami buat salah satunya bros golok. Banten kan dikenal dengan budaya golok-koreh, jadi kami mencoba menjadikannya sebagai aksesori,” katanya.
Menurut Mai, bros golok menjadi salah satu produk yang sering dicari pembeli. Bentuknya yang unik membuat aksesori tersebut cocok dijadikan cendera mata khas daerah. Selain itu, produk tersebut juga mudah digunakan sebagai pelengkap pakaian. Hal ini membuat bros golok cukup diminati berbagai kalangan.
Tidak hanya bros, Satria Craft juga memproduksi berbagai kerajinan rajutan. Produk rajutan tersebut dibuat dengan berbagai bentuk dan fungsi. Mulai dari aksesori kecil hingga produk yang lebih besar seperti tas. Semua produk dibuat secara handmade dengan proses yang cukup teliti.
Selain rajutan, ada juga tas yang dibuat dari bahan limbah kertas. Bahan tersebut diolah kembali menjadi produk yang memiliki nilai guna. Proses pembuatannya memerlukan keterampilan khusus agar hasilnya kuat dan menarik. Penggunaan bahan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memanfaatkan material ramah lingkungan.
“Harga produk kami bervariasi, mulai dari Rp5.000 sampai sekitar Rp700.000 untuk tas yang ukurannya lebih besar,” ujarnya.
Mai menjelaskan usaha kerajinan tersebut berawal dari hobinya membuat berbagai kerajinan tangan. Kegiatan tersebut awalnya dilakukan untuk mengisi waktu luang. Namun, hasil kerajinan yang dibuat ternyata banyak diminati orang lain. Dari situ, ia mulai mengembangkan hobinya menjadi usaha.
“Awalnya dari hobi saja membuat kerajinan. Lama-lama ternyata banyak yang suka, akhirnya saya coba tekuni menjadi usaha,” katanya.
Dalam memasarkan produknya, Mai tidak hanya menjual di wilayah lokal. Ia juga pernah mengikuti kegiatan penjualan di luar daerah. Salah satu pengalaman yang pernah diikuti adalah kegiatan penjualan hingga ke Lombok. Hal tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kerajinan khas Banten ke daerah lain.
“Biasanya kami jualan di lokal, tapi pernah juga ikut kegiatan sampai ke Lombok untuk memperkenalkan produk kerajinan ini,” ucapnya.
Mai berharap kerajinan tangan yang dibuatnya dapat semakin dikenal masyarakat luas. Ia juga ingin produk kerajinan khas Banten terus berkembang. Dengan begitu, kerajinan tersebut tidak hanya memiliki nilai ekonomi. Namun juga menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya daerah.