Dispora Serang Mediasi Pedagang dan Satgas Stadion
- 12 Feb 2026 15:50 WIB
- Banten
RRI.CO.ID , Serang - Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Serang memfasilitasi pertemuan antara satgas pengelola Stadion Maulana Yusuf dan para pedagang pujasera, menyusul video yang beredar di media sosial. Pertemuan digelar untuk mendengar keterangan kedua belah pihak dan mencari penyelesaian bersama.
Kepala Dispora Kota Serang, Zeka Bachdi mengatakan pihaknya langsung memanggil satgas sejak pagi hari untuk meminta penjelasan atas kejadian tersebut. “Kami sudah mendengar keterangan dari satgas dan juga pedagang. Dari hasil sementara, ini dipicu kesalahpahaman yang kemudian berkembang,” kata Zeka, Kamis, 12 Februari 2026.
Ia menjelaskan, penataan kawasan stadion dilakukan agar fungsi utamanya sebagai sarana olahraga dan ruang publik tetap terjaga. Kawasan tersebut ditargetkan menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi masyarakat. “Kita ingin stadion ini tertib, nyaman untuk olahraga dan rekreasi keluarga. Itu yang sedang kita jaga bersama,” ujarnya.
Terkait dugaan adanya tindakan kekerasan dalam peristiwa tersebut, Zeka menyampaikan pihaknya telah meminta klarifikasi dari satgas yang bertugas di lapangan. Ia menegaskan, jika ada pihak yang merasa dirugikan, pemerintah daerah tidak menghalangi untuk menempuh jalur hukum. “Kalau ada yang merasa menjadi korban dan ingin melapor, silakan. Itu hak warga. Kami juga membuka ruang mediasi supaya persoalan ini bisa diselesaikan secara terbuka dan adil,” ujarnya.
Menurut Zeka, pengelolaan kawasan stadion telah diatur dalam sejumlah kesepakatan bersama antara pengurus dan pedagang. Tercatat ada 11 poin aturan yang sebelumnya telah dirumuskan dan disosialisasikan, termasuk ketentuan terkait penataan lapak dan penggunaan fasilitas.
Ia menyebut sebagian besar pedagang telah mengikuti aturan tersebut. Namun, di lapangan masih ditemukan perbedaan persepsi yang memicu ketegangan. “Kita mengatur ini untuk kepentingan bersama. Mayoritas pedagang sudah menyesuaikan. Kalau ada yang belum, tentu kita ajak untuk mengikuti kesepakatan yang sama,” katanya.
Sementara itu, salah seorang pedagang , Aam Aminah mengaku keberatan atas tindakan yang dinilainya dilakukan secara tiba-tiba saat dirinya tengah melayani pembeli. Ia berharap ada kepastian aturan agar pedagang tidak merasa bingung dengan perubahan kebijakan. “Kami ingin berdagang dengan tenang. Kalau aturannya jelas, kami ikut. Jangan sampai berubah-ubah,” ujarnya.
Dispora memastikan dialog lanjutan akan terus dilakukan bersama paguyuban pedagang dan satgas. Pemerintah daerah berharap aktivitas usaha di kawasan Stadion Maulana Yusuf tetap berjalan tertib, sekaligus menjaga kenyamanan masyarakat yang memanfaatkan fasilitas olahraga tersebut.