OC Indonesia Usung Fashion Berkelanjutan
- 08 Feb 2026 18:09 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang – OC Indonesia tidak hanya menghadirkan produk fashion berbasis tenun Baduy, tetapi juga mengusung konsep fashion berkelanjutan. Brand asal Cilegon ini memanfaatkan sisa bahan produksi sebagai bagian dari komitmen terhadap lingkungan dan nilai pembangunan berkelanjutan.
Owner OC Indonesia, Oa Mudokir, mengatakan konsep tersebut lahir dari kepeduliannya terhadap dampak industri fashion. Ia menilai kreativitas tidak boleh lepas dari tanggung jawab sosial dan lingkungan. “Saya membuat ini sebagai bentuk kepedulian terhadap sustainable fashion dan pembangunan berkelanjutan,” katanya saat dialog di Studio Mini RRI Banten, Sabtu 7 Februari 2026.
Oa Mudokir menjelaskan, setiap sisa potongan bahan dari proses produksi dimanfaatkan kembali agar memiliki nilai guna. Pendekatan ini sekaligus menjadi upaya mengurangi limbah dan mendorong konsumsi yang lebih bertanggung jawab.
Menurutnya, fashion berkelanjutan tidak hanya soal bahan, tetapi juga tentang kesadaran dalam menciptakan produk. Setiap desain dibuat dengan pertimbangan jangka panjang agar tidak bersifat sekali pakai. “Kami ingin produk yang dipakai itu punya umur panjang dan makna,” ujarnya.
Oa Mudokir menambahkan, konsep tersebut sejalan dengan nilai yang ingin dibawa OC Indonesia, yakni menggabungkan estetika, fungsi, dan tanggung jawab. Produk fashion diharapkan tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memberi dampak positif.
Ia menuturkan, kesadaran masyarakat terhadap fashion berkelanjutan mulai tumbuh. Hal itu terlihat dari ketertarikan pengunjung yang ingin mengetahui cerita di balik proses produksi.“Mereka bukan hanya bertanya soal desain, tapi juga proses dan nilai di baliknya,” ucapnya.
Melalui partisipasi dalam pameran UMKM, Oa Mudokir berharap OC Indonesia dapat menjadi inspirasi bagi pelaku ekonomi kreatif lainnya. Ia menekankan bahwa inovasi dan kepedulian lingkungan dapat berjalan beriringan. Oa Mudokir optimistis, fashion berkelanjutan berbasis budaya lokal memiliki peluang besar untuk berkembang. Dengan konsistensi dan komitmen, ia yakin produk lokal mampu bersaing tanpa meninggalkan nilai luhur, katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....