Digitalisasi Angkat Kembali Warisan Budaya Tradisional Banten
- 05 Nov 2025 10:46 WIB
- Banten
KBRN, Serang: Budaya Banten kini kembali bergaung di tengah derasnya arus modernisasi digital. Dalam dua tahun terakhir, geliat pelestarian budaya daerah tampak semakin kuat. Peran pemerintah dan kemudahan akses digital menjadi pendorong utama kebangkitan seni dan tradisi lokal yang sebelumnya nyaris tenggelam.
Budayawan Banten, Nedi Suryadi, menilai digitalisasi menjadi jembatan penting dalam memperkenalkan kembali budaya daerah kepada publik luas. “Era digital membantu publikasi dan ekspos kebudayaan.
Para seniman kini lebih mudah menampilkan karya dan dikenal masyarakat,” ujarnya saat dihubungi RRI, Rabu (5/11/2025). Menurutnya, keterbukaan akses terhadap dunia kebudayaan kini makin sehat.
Pemerintah melalui fasilitasi dana kebudayaan dan berbagai program telah memberikan ruang bagi para pelaku seni tradisional untuk berkarya tanpa batasan birokrasi. “Kalau dulu akses ke kementerian susah, sekarang kompetisinya terbuka dan sehat. Ini kemajuan luar biasa,” ujar Nedi.
Meski demikian, ia mengingatkan kemajuan digital juga membawa tantangan. Generasi muda cenderung lebih mengenal budaya global ketimbang tradisi lokal. Karena itu, perlu inovasi agar seni tradisional tetap relevan di mata publik. “Budaya lokal harus bisa berkompetisi secara global. Kita harus punya strategi nasional seperti Korea dengan K-pop-nya,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah segera menyiapkan arah kebijakan kebudayaan yang terencana, bukan sporadis. “Kalau strategi kebudayaan nasional jelas, Indonesia bisa kembali dikenal dunia lewat budayanya,” ujarnya.
Semangat ini menjadi tanda bahwa era digital tak hanya membawa perubahan teknologi, tetapi juga peluang besar bagi kebangkitan budaya Banten.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....