Potensi Ekspor Mangan-Mangan Terhambat Masalah Alat Produksi
- 28 Jul 2025 22:58 WIB
- Banten
KBRN, Serang: Usaha kuliner Mangan-Mangan asal Serang, Banten, berhasil menembus pasar internasional dengan produk unggulan seperti gepuk dan iga bakar. Namun, keterbatasan alat produksi modern menghambat potensi ekspansi yang lebih luas, khususnya ke negara-negara seperti Australia dan Jepang.
Pemilik Mangan-Mangan, Herawati, mengungkapkan bahwa saat ini produknya telah sampai ke beberapa negara seperti Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Hongkong. Namun, pengiriman ke negara dengan regulasi ketat seperti Australia masih belum dapat dilakukan karena keterbatasan teknologi sterilisasi makanan.
“Yang paling utama kendalanya itu karena produk saya daging dan belum pakai alat retort, padahal alat itu penting supaya produk tahan lama dan lolos uji bakteri,” ujar Herawati dalam dialog Mozaik Indonesia RRI Pro 1 Banten, Senin (28/7/2025).
Untuk menembus pasar ekspor, ia menyebut telah mendatangi berbagai dinas terkait guna mendapatkan bimbingan, namun masih terbentur minimnya akses informasi teknis dan fasilitas uji coba dari pemerintah. Padahal, potensi olahan makanan basah seperti gepuk dan rabeg dalam kemasan kaleng sangat besar.
Herawati berharap ada dukungan nyata berupa bantuan alat, formula daya tahan produk, hingga pelatihan dari pakar langsung. Ia menegaskan pentingnya kualitas karena produk yang dikirim ke luar negeri menyangkut nama baik produsen lokal.
“Saya ingin Mangan-Mangan bisa menembus seluruh dunia, tapi kami butuh dukungan penuh, bukan setengah-setengah, terutama dari pemerintah,” ujarnya. (Muntibi)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....