Tiesa Handmade, Cerita Perempuan Berkarya dari Rumah

  • 23 Jun 2025 21:27 WIB
  •  Banten

KBRN, Banten: Di tengah laju zaman yang serba digital, Herti Septiarosa memilih jalur berbeda. Lewat "Tiesa Handmade", ia membuktikan bahwa perempuan bisa berkarya dari rumah sambil tetap menjaga nilai-nilai tradisi.

Berawal dari iseng mengisi waktu luang, Herti kini serius menekuni dunia kriya rajut.

"Awalnya cuma iseng, belum pernah pegang bahan apa pun, tapi karena pengen bisa, akhirnya saya belajar dan diseriusin," ucap Herti dalam dialog Mozaik Indonesia di RRI Banten, Senin (23/6/2025).

Tiesa Handmade memproduksi beragam barang, mulai dari tas, outer, hingga payung rajut yang menjadi produk ikonik.

“Payung itu paling berkesan karena belum banyak yang buat. Dan tiap pola itu beda, karena handmade nggak bisa sama,” ucapnya.

Meski menghadapi tantangan dalam pemasaran, terutama soal harga yang dianggap tinggi, Herti menegaskan bahwa produk handmade adalah karya seni yang menyita waktu dan tenaga.

“Kenapa mahal? Karena banyak yang harus dikorbankan. Waktunya, usahanya, semuanya,” ujar Herti.

Tak hanya soal bisnis, Tiesa Handmade juga punya misi sosial. Herti kerap mengajarkan keterampilan rajut kepada ibu-ibu komplek dan remaja putus sekolah.

“Daripada nganggur atau ngegosip, mending belajar. Biar mereka punya bekal,” ucapnya dengan semangat.

Lewat akun Instagram dan kerja sama dengan mahasiswa Undip, produk Tiesa juga dipasarkan lebih luas. Harapannya, karya tangan ini bisa terus lestari, dan generasi muda ikut melanjutkan jejak kreatif yang membumi tetapi tetap relevan dengan zaman. (Nurlela)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....