Dinkop UKM Cilegon Salurkan Pinjaman Dana Bergulir

  • 22 Mei 2025 17:52 WIB
  •  Banten

KBRN, Cilegon: Dinas Koperasi dan UMKM Kota Cilegon menyalurkan pinjaman dana bergulir kepada pelaku usaha mikro kecil menengah (UKM) dalam rangka mendukung program kerja 100 hari Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon, di Aula Diskominfo Kota Cilegon Kamis, (22/5/2025).

Diketahui, program tersebut bertujuan untuk menciptakan 5.000 wirausaha baru melalui bantuan pinjaman modal bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Pinjaman diberikan tanpa bunga dan tanpa jaminan sebagai bentuk investasi Pemkot Cilegon dalam mengembangkan kewirausahaan di Kota Cilegon. “Namun, saya juga memahami bahwa salah satu tantangan terbesar yang sering dihadapi oleh pelaku UMKM adalah akses terhadap permodalan. Oleh karena itu, program pinjaman dana bergulir ini hadir sebagai solusi,” kata Sekretaris Daerah Kota Cilegon Maman Mauludin dalam sambutannya.

Maman menekankan, pinjaman ini bukanlah bantuan hibah melainkan tanggung jawab bersama yang harus dikelola dan dikembalikan sesuai perjanjian. Oleh karena itu, Maman berharap agar dana tersebut dapat digunakan para pelaku UMKM untuk keperluan produktif serta pengembangan usaha. “Kegiatan hari ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat, khususnya melalui akses permodalan yang lebih mudah, terjangkau, dan bertanggung jawab,” ucap Maman.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Cilegon Didin S Maulana menjelaskan jika hari ini dilakukan pencairan kepada 137 penerima pinjaman dimana sebanyak 132 orang melalui UPTD Dana Bergulir dengan nilai rata - rata pinjaman Rp 1,5 juta dan 5 orang melalui BPRS dengan nilai rata - rata pinjaman Rp 5,5 juta per orang. “Sejak Februari hingga saat ini, jumlah total penerima telah mencapai 396 orang dengan nilai kurang lebih Rp420 juta. Dalam program ini target kami yaitu menjangkau 1.000 penerima pinjaman setiap tahunnya,” ucapnya.

Didin menyampaikan, prioritas penerima pinjaman diarahkan kepada dua kelompok utama, yakni perempuan tangguh seperti janda atau korban kekerasan rumah tangga serta kaum milenial yang ingin memulai usaha. “Kami mohon agar pinjaman ini nantinya dapat dikembalikan sesuai jadwal, dan ini menjadi kesempatan yang baik bagi pelaku UMKM dengan membuktikan komitmen dan tanggung jawab sebagai pelaku usaha,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....