Bermodal Rp 50 Ribu, Waroeng Sigemay Populer di Pandeglang

  • 21 Mar 2025 12:42 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang: Berawal dari julukan semasa sekolah, Nazaira berhasil mengubahnya menjadi brand bisnis kuliner yang tengah naik daun, Waroeng Sigemay. Usaha yang awalnya hanya bermodal Rp50.000 ini kini telah berkembang pesat dengan beragam varian mochi yang digemari banyak orang.

Dalam wawancara bersama Pro 2, Nazaira menceritakan awal mula berdirinya Waroeng Sigemay. Nama "Si Gemay" berasal dari panggilan teman-temannya saat masih bersekolah di SMK. Saat melanjutkan kuliah, ia mulai merintis usaha dengan menjual mochi, sebuah keputusan yang berangkat dari ketertarikannya setelah melihat tren makanan tersebut di media sosial.

“Tahun 2023, mochi belum sepopuler sekarang. Saya penasaran setelah melihat di TikTok, akhirnya coba-coba bikin sendiri dan mengunggahnya ke status WhatsApp. Ternyata banyak teman yang tertarik dan meminta saya menjualnya,” ujar Nazaira.

Tanpa latar belakang keluarga dalam bisnis kuliner, Nazaira meracik sendiri resep mochinya melalui percobaan yang panjang. Dengan trial and error yang tak terhitung jumlahnya, ia akhirnya menemukan komposisi yang pas, dibantu oleh masukan dari teman dan keluarga.

“Dulu saya sering minta teman dan keluarga mencicipi. Dari situ saya mendapat banyak saran, seperti tekstur yang kurang kenyal atau rasa yang kurang pas. Saya juga pernah belajar dari Dina Karla, salah satu pelaku bisnis kuliner di Pandeglang, yang memberi banyak insight berharga,” ujarnya.

Kini, Waroeng Sigemay telah memiliki sekitar 20 varian mochi, termasuk best seller seperti stroberi coklat, cream cheese mangga, dan mochi siram, varian unik yang baru ia perkenalkan di Pandeglang. “Mochi siram ini belum banyak yang jual di sini, jadi responsnya sangat baik. Tapi karena saya masih mengerjakan semuanya sendiri, terkadang tidak bisa menyediakan semua varian setiap hari,” ucapnya.

Nazaira juga mengakui bahwa perjalanan bisnisnya tidak selalu mulus. Ia pernah mengalami kerugian akibat kesalahan dalam eksperimen resep dan fluktuasi harga bahan baku. Namun, dengan semangat pantang menyerah dan inovasi yang terus dikembangkan, ia berhasil mempertahankan usahanya hingga saat ini.

Ke depannya, Nazaira berharap Waroeng Sigemay bisa semakin berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas. “Saya ingin Waroeng Sigemay tidak hanya dikenal di Pandeglang, tapi juga bisa lebih besar lagi. Mungkin nanti ada cabang atau bisa masuk ke marketplace lebih luas,” katanya.

Dengan semangat wirausaha dan kreativitasnya, Nazaira membuktikan bahwa julukan masa sekolah bisa menjadi identitas yang membawa kesuksesan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....