Realisasi Investasi Triwulan Pertama di Lebak Capai 580 Miliar
- 18 Jun 2026 06:41 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Lebak - Kabupaten Lebak terus menunjukkan daya tariknya sebagai daerah tujuan investasi, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Pada triwulan pertama tahun 2026, realisasi investasi di Kabupaten Lebak mencapai Rp580 miliar berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM).
Nilai investasi tersebut terdiri atas Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp444 miliar dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp136 miliar. Investasi PMA di Kabupaten Lebak didominasi oleh investor asal Singapura dan Tiongkok.
Analis Kebijakan Madya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lebak, Robertus Erwin, di Rangkasbitung, Rabu, 17 Juni 2026, mengatakan, pemerintah daerah terus mengoptimalkan promosi investasi. Upaya tersebut dilakukan untuk menarik lebih banyak investor domestik maupun mancanegara ke Kabupaten Lebak.
Investasi memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Investasi juga berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja. "Sampai saat ini kami terus mengoptimalkan promosi investasi agar semakin banyak investor yang menanamkan modalnya di Kabupaten Lebak," kata Robertus Erwin.
Data DPMPTSP menunjukkan Singapura menjadi negara dengan nilai investasi terbesar di Kabupaten Lebak. Investor asal Singapura menanamkan modal sebesar Rp65 miliar pada berbagai sektor usaha. Tiongkok berada di posisi kedua dengan nilai investasi mencapai Rp30 miliar. Amerika Serikat juga tercatat berinvestasi sebesar Rp26 miliar di Kabupaten Lebak.
Selanjutnya, Korea Selatan menanamkan modal Rp7 miliar. Malaysia dan Inggris masing-masing merealisasikan investasi sebesar Rp5 miliar.
Robertus mengatakan pemerintah daerah bekerja keras agar Kabupaten Lebak semakin dilirik investor asing. Masuknya investasi dapat mempercepat penghapusan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Kami memberikan jaminan keamanan bagi investor yang menanamkan modalnya di Lebak," ujarnya.
Investasi asing tersebut tersebar pada sejumlah sektor strategis. Di antaranya sektor transportasi, pergudangan, telekomunikasi, dan perumahan. Investasi juga mengalir ke kawasan industri, perkantoran, hotel, industri logam dasar, serta industri barang logam bukan mesin dan peralatan.
Pemerintah Kabupaten Lebak juga telah menyiapkan kawasan industri yang luas untuk mendukung pertumbuhan investasi. Lahan kawasan industri seluas 10 ribu hektare telah dialokasikan dan tersebar di 13 kecamatan sesuai Rencana Umum Tata Ruang (RUTR).
Robertus optimistis potensi sumber daya alam yang melimpah menjadi daya tarik utama bagi investor untuk menanamkan modal di Kabupaten Lebak. "Kami meyakini adanya investasi PMA dan PMDN dipastikan dapat meningkatkan Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) serta membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat," katanya.
Pada periode Januari hingga Maret 2026, realisasi investasi tersebut tercatat mampu menyerap 2.856 tenaga kerja lokal yang bekerja pada 664 proyek dari 212 perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Lebak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....