KKP Bantu Pembudidaya Lele Tingkatkan Ekonomi Desa

  • 13 Mei 2026 06:28 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membantu sebanyak 18 kelompok budidaya ikan tawar di Kabupaten Lebak. Bantuan tersebut diberikan untuk mendukung program gemar makan ikan (Gemari) sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan.

Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Lebak, Deni Iskandar, mengatakan bantuan tersebut berupa benih ikan lele. Bantuan itu diharapkan mampu mendongkrak produksi ikan tawar di Kabupaten Lebak.

“Kita berharap bantuan benih ikan lele itu dapat mendongkrak produksi ikan tawar,” kata Deni Iskandar di Rangkasbitung, Selasa, 12 Mei 2026.

Pemerintah Kabupaten Lebak mengapresiasi kepedulian KKP yang menyalurkan bantuan kepada kelompok pembudidaya ikan tawar di daerah tersebut. Meski penyaluran benih ikan lele belum dilakukan, namun bantuan itu dipastikan direalisasikan pada tahun ini.

Program tersebut dinilai dapat mendukung peningkatan konsumsi ikan masyarakat sekaligus membantu perekonomian warga pedesaan. Deni menjelaskan, pengembangan budidaya ikan lele di Kabupaten Lebak selama ini berkembang cukup baik.

Produksi ikan lele lokal bahkan telah mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat setempat. Saat ini, kebutuhan ikan lele di Kabupaten Lebak tidak lagi didatangkan dari luar daerah.

Bahkan, para pembudidaya ikan di Lebak sudah mampu memasok kebutuhan pasar ke wilayah Serang dan Tangerang. Menurut Deni, kondisi tersebut menunjukkan potensi besar sektor budidaya ikan tawar sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

“Kami meyakini produksi ikan tawar cukup menjanjikan untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Ia mengatakan, produksi ikan tawar di Kabupaten Lebak rata-rata mencapai 4.500 ton per tahun. Dari jumlah tersebut, produksi ikan lele menjadi yang paling dominan dibandingkan jenis ikan tawar lainnya.

Ke depan, pemerintah daerah berharap ratusan kelompok pembudidaya ikan tawar dapat terus meningkatkan kapasitas produksi. Selain untuk memenuhi permintaan pasar, produksi ikan tersebut juga diharapkan dapat mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Nanti hasil produksi ikan tawar juga bisa ditampung oleh program Makan Bergizi Gratis,” kata Deni.

Pemerintah daerah juga terus mendorong masyarakat agar membudayakan konsumsi ikan sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan berkualitas. Seorang pembudidaya ikan air tawar warga Cijoro Bendungan Desa Rangkasbitung Timur Kabupaten Lebak, Rohman, mengaku setiap pekan dirinya mampu memasok ikan lele sebanyak 2 hingga 3 ton untuk pedagang pecel lele di wilayah Lebak.

“Kami setiap pekan bisa memasok ikan ke pasar, sehingga dapat membantu ekonomi keluarga,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....