Bank BJB Imbau Debitur Prioritaskan Kemampuan Finansial
- 02 Jul 2026 07:49 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang – Bank BJB mengingatkan masyarakat agar mengedepankan kemampuan finansial sebelum memutuskan mengambil Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Perencanaan yang matang dinilai menjadi kunci agar cicilan rumah tidak membebani kondisi ekonomi keluarga di masa mendatang.
Manager Relasi dan Pengembangan Bisnis Divisi KPR dan KKB Sentra KPR Kanwil 4 Bank BJB KCK Banten, Iib Sohibul Jalil, mengatakan, calon debitur sebaiknya tidak hanya terpaku pada besaran bunga atau keinginan untuk segera memiliki rumah. Menurutnya, kemampuan membayar cicilan harus menjadi pertimbangan utama sebelum mengajukan pembiayaan.
"Kami menyarankan masyarakat memilih tenor yang membuat angsuran tetap terjangkau. Jangan hanya mengejar KPR cepat lunas, tetapi justru memberatkan keuangan ketika kebutuhan hidup bertambah di kemudian hari," ujar Iib dalam dialog Indonesia Cerdas bersama RRI Pro 1 Banten, Rabu, 1 Juli 2026.
Ia menjelaskan, kondisi ekonomi yang terus berubah membuat masyarakat perlu mengantisipasi berbagai kebutuhan tak terduga, seperti biaya pendidikan, kesehatan, maupun kebutuhan keluarga lainnya. Karena itu, memilih tenor yang lebih panjang dengan cicilan yang stabil dinilai lebih aman dibandingkan memaksakan cicilan besar demi mempercepat pelunasan.
Sementara itu, Account Officer KPR dan KKB Bank BJB KCK Banten, Cahyadi Guslan, menyarankan agar total kewajiban cicilan tidak melebihi 30 hingga 40 persen dari total pendapatan bulanan. Dengan porsi tersebut, masyarakat masih memiliki ruang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari tanpa mengganggu stabilitas keuangan keluarga.
"Kalau dari pendapatan, idealnya maksimal 30 sampai 40 persen digunakan untuk cicilan. Setelah itu, calon debitur juga harus menghitung biaya hidup dan rencana keuangan lainnya supaya pembayaran KPR tetap lancar," kata Cahyadi.
Selain kemampuan finansial, Bank BJB juga mengingatkan masyarakat untuk memahami skema bunga KPR, baik bunga tetap (fixed rate) maupun bunga mengambang (floating rate). Calon debitur diminta aktif menanyakan simulasi cicilan setelah masa bunga tetap berakhir sehingga dapat memperkirakan besaran angsuran pada tahun-tahun berikutnya. Langkah tersebut dinilai penting agar masyarakat tidak mengalami kesulitan ketika terjadi perubahan suku bunga di masa mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....