Harga Bawang Merah Meroket, Omzet Pedagang di Pandeglang Merosot

  • 02 Mei 2026 16:49 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang – Kenaikan harga komoditas bawang merah di Pasar Badak Kabupaten Pandeglang yang mencapai 30 persen dari harga normal memicu penurunan omzet penjualan di kalangan pedagang. Faktor cuaca ekstrem di daerah penghasil ditengarai menjadi penyebab utama berkurangnya pasokan barang ke tingkat pedagang pasar tradisional.

Pedagang sayuran di Pasar Badak, Asep, mengungkapkan harga bawang merah jenis Brebes kini menyentuh angka Rp52.000 per kilogram dari sebelumnya hanya Rp40.000. Tingginya harga modal disebutnya memaksa para pedagang memutar otak dengan menjual stok ukuran kecil agar tetap terjangkau oleh konsumen.

"Stok sebenarnya ada tapi berkurang karena efek hujan di daerah asalnya yang membuat hasil panen berkurang," ujar Asep, Sabtu 2 Mei 2026.

Menurutnya pasokan dari petani terus menurun akibat intensitas hujan tinggi yang menyebabkan banyak lahan pertanian mengalami gagal panen. Kelangkaan stok ini disebutnya terjadi secara merata sehingga harga bumbu dapur lainnya ikut mengalami fluktuasi yang tidak menentu.

Pedagang lainnya, Olis, menjelaskan penurunan volume penjualan terlihat jelas dari stok bawang merah yang biasanya habis 50 kilogram per hari, kini 15 kilogram pun menurutnya sulit terjual. Para pembeli di pasar mulai beralih strategi dengan melakukan pembelian eceran dalam jumlah sangat kecil demi menghemat pengeluaran dapur.

Konsumen yang terbiasa membeli satu kilogram kini hanya sanggup membawa pulang seperempat kilogram atau bahkan satu ons saja. "Sangat berpengaruh ke omzet, konsumen yang tadinya beli sekilo jadi seperempat saja. Harapan kami sebagai pedagang yang penting harga stabil dan stok aman, tidak sampai langka di pasar," ucap Olis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....