Realisasi Pajak Lebak Lampaui Target Triwulan Pertama
- 04 Apr 2026 22:11 WIB
- Banten
Poin Utama
- Realisasi Pajak Lebak Lampaui Target Triwulan Pertama
- Secara nominal, terdapat tiga jenis pajak yang memberikan kontribusi terbesar terhadap pendapatan daerah.
- capaian realisasi pajak merupakan hasil kerja optimal seluruh tim di lapangan.
RRI.CO.ID, Lebak - Realisasi pajak dan retribusi daerah Kabupaten Lebak pada triwulan pertama 2026 menunjukkan capaian yang menggembirakan. Hingga 31 Maret 2026, penerimaan pajak daerah mencapai 18,16 persen, sementara retribusi daerah menyentuh angka 24,29 persen.
Dari target pajak daerah sebesar Rp 250.350.758.300, realisasi yang berhasil dihimpun mencapai Rp 45.458.855.627. Angka ini melampaui target awal triwulan pertama yang ditetapkan sebesar 15 persen. Realisasi retribusi daerah juga mencatatkan kinerja positif. Dari target Rp 23.590.877.264, capaian hingga akhir Maret mencapai Rp 5.729.073.521 atau 24,29 persen.
Secara nominal, terdapat tiga jenis pajak yang memberikan kontribusi terbesar terhadap pendapatan daerah. Ketiganya adalah Opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) sebesar Rp 9.831.842.000.
Disusul Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) sebesar Rp 9.517.336.537, serta PBJT konsumsi tenaga listrik dan tenaga lain yang mencapai Rp 9.049.069.621.
Pada sektor retribusi daerah, kontribusi terbesar datang dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) yang menyumbang 45,77 persen atau Rp 2.468.147.854. Selain itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata turut memberikan kontribusi sebesar 39,41 persen, sedangkan Dinas Kesehatan menyumbang 35,38 persen atau Rp 497.532.941.
Pelaksana Tugas Kepala Bapenda Kabupaten Lebak, Agung Budi Santoso, mengungkapkan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja optimal seluruh tim di lapangan.
“Alhamdulillah per 31 Maret kemarin kita sudah ada realisasi sekitar Rp 45,4 miliar atau 18,16 persen. Ini menjadi sebuah prestasi dan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim dari Bapenda,” ujarnya, Kamis, 2 April 2026.
Ia menambahkan peningkatan realisasi ini tidak lepas dari strategi yang diterapkan, seperti optimalisasi penagihan, pemutakhiran data, serta profiling wajib pajak. Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi modal penting untuk menghadapi target berikutnya pada triwulan selanjutnya.
“Berdasarkan hasil kerja tim rupanya realisasi pajak daerah hingga 31 Maret melampaui target yang telah direncanakan sebelumnya,” katanya.
Agung juga menyampaikan rencana untuk meningkatkan target capaian pada triwulan pertama tahun berikutnya. Hal ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi kebutuhan anggaran daerah.
“Minta doanya semoga tahun depan kita bisa menaikan target di triwulan pertama, mengingat lebaran selalu maju dan kita sangat butuh dana segar di RKUD,” ucapnya.
Ia menegaskan, kebutuhan anggaran tersebut antara lain digunakan untuk pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR), hibah, bantuan sosial, serta berbagai kegiatan pembangunan lainnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....