Bank Indonesia Gelar Kompetisi PIDI Digdaya x Hackathon 2026
- 11 Mar 2026 06:49 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang – Bank Indonesia membuka kesempatan luas bagi mahasiswa dan profesional untuk mengikuti PIDI Digdaya X Hackathon 2026. Kompetisi inovasi digital tingkat nasional ini menawarkan total hadiah hingga Rp 1,4 miliar serta berbagai peluang pengembangan kapasitas bagi para pesertanya.
Analis Fungsi Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Provinsi Banten, Maulina, mengatakan kompetisi tersebut terbuka bagi seluruh warga negara Indonesia, baik mahasiswa maupun profesional dari berbagai bidang. Peserta dapat mendaftar secara individu maupun tim melalui laman resmi program.
“Kompetisi ini terbuka untuk masyarakat luas, baik mahasiswa maupun profesional seperti pekerja industri, peneliti, dosen, freelancer hingga ASN,” kata Maulina dalam dialog bersama RRI Pro 1 Banten, Selasa 10 Maret 2026.
Ia menjelaskan, setiap tim dapat terdiri dari maksimal empat orang. Pada tahap awal, panitia akan menyeleksi 800 tim terbaik yang akan mengikuti essential training. Peserta yang lolos tahap ini akan mendapatkan pelatihan intensif bersama mentor profesional serta sertifikat kompetensi.
Selain itu, peserta dari luar daerah juga akan mendapatkan dukungan fasilitas ketika mengikuti pelatihan secara luring, termasuk akomodasi dan transportasi menuju lokasi kegiatan. “Total hadiah pada tahun ini mencapai sekitar Rp 1,4 miliar. Selain hadiah, peserta juga berkesempatan mengikuti pelatihan dan sertifikasi yang dapat meningkatkan kompetensi mereka,” ujarnya.
Kompetisi ini akan berlangsung dalam beberapa tahapan, mulai dari seleksi proposal, essential training, semifinal, hingga final. Pada tahap akhir, peserta akan mempresentasikan prototipe inovasi yang telah dikembangkan di hadapan dewan juri yang berasal dari kalangan profesional, regulator, dan kementerian terkait.
Bank Indonesia juga menyiapkan peluang bisnis bagi peserta melalui kegiatan festival ekonomi digital yang mempertemukan inovator dengan investor maupun pemangku kebijakan. Dengan demikian, inovasi yang dihasilkan tidak berhenti pada kompetisi, tetapi dapat berkembang menjadi produk nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.