Pemprov Apresiasi Pelaksanaan SHAFARA & FERBA Festival 2025
- 30 Agt 2025 09:16 WIB
- Banten
KBRN, Tangerang: Pemerintah Provinsi Banten mengapresiasi pelaksaan kegiatan SHAFARA & FERBA Festival 2025 di Bintaro XChange Mall 2 tanggal 29 - 31 Agustus 2025. Pada tahun ini tema yang diusung yakni “Menguatkan Ekonomi dan Keuangan Syariah melalui Sinergi dan Kolaborasi untuk Mendorong Banten Maju dan Sejahtera”.
"SHAFARA & FERBA Festival 2025 ini menjadi wadah penting untuk mendukung ekonomi dan keuangan syariah serta meningkatkan literasi masyarakat mengenai Rupiah. Saya yakin, kegiatan ini akan memberikan dampak luar biasa terhadap pertumbuhan ekonomi syariah dan meningkatkan awareness masyarakat dalam menjaga integritas Rupiah," ucap Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Agus M Tauhid yang membacakan samburan Gubernur.
Bahkan, Agus melanjutkan apresiasinya atas capaian yang telah diraih bersama sepanjang tahun 2024. Dimana Indonesia menduduki juara ke-3 secara global dalam indeks ekonomi syariah.
"Capaian tersebut tidak mungkin kita raih tanpa kolaborasi erat antar pemangku kepentingan: pemerintah pusat dan daerah, penggiat ekonomi syariah, akademisi, komunitas, serta media. Saya berharap kolaborasi ini terus berlanjut dan menguat melalui sinergi dan kolaborasi bersama di setiap kabupaten dan kota untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah di wilayahnya masing-masing," ujarnya.
Kepala Bank Indonesia perwakilan Provinsi Banten, Ameriza M Moesa mengucapkan terima kasih atas kehadirannya di acara pembukaan SHAFARA dan FERBA 2025 yang diselenggarakan di Bintaro XChange Mall 2 tanggal 29 - 31 Agustus 2025 ini.
"Berdasarkan State of The Global Islamic Economy (SGIE) Report 2024/2025 yang dirilis pada bulan Juli 2025, Indonesia berhasil meningkatkan posisinya di peringkat ke-3 dunia dalam indeks ekonomi syariah global. Capaian ini mencerminkan konsistensi dan ketangguhan Indonesia dalam membangun ekosistem ekonomi syariah sekaligus mempertegas peran strategisnya di tingkat internasional. Kondisi ekonomi syariah di Indonesia pada tahun 2025 terus menunjukkan tren positif dengan dukungan sektor unggulan Halal Value Chain (HVO)," katanya.
Pada tahun 2025, kata dia kondisi ekonomi syariah Indonesia terus menunjukkan tren pertumbuhan positif dengan dukungan sektor unggulan Hala! Value Chain (HVC). Tiga sektor utama yang menjadi pendorong adalah pertanian, makanan dan minuman halal, serta wisata halal yang mencatat pertumbuhan 3,93 persen (yoy).
"Hal ini menempatkan Halal Food Indonesia di peringkat ke-4 dunia, modest fashion di peringkat ke-1, dan media & recreation di peringkat ke-7. Sementara itu, pada sektor keuangan, pembiayaan syariah juga menunjukkan peningkatan yang signifikan, yakni tumbuh sebesar 11,39 persen (yoy) pada Mei 2025. Pencapaian ini menegaskan semakin menguatnya peran sektor keuangan syariah dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan" ujarnya.
Di balik capaian positif pertumbuhan ekonomi syariah pada tahun 2025, Ameriza menyebut Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan untuk mewujudkan visinya sebagai pusat ekonomi syariah dunia. Pertama persoalan produksi, ketersediaan, dan kualitas bahan baku halal masih menjadi hambatan utama dalam mendukung pengembangan industri syariah. Hingga saat ini, sektor industri fesyen muslim (modest fashion) sebagai salah satu motor penggerak utama industn halal, masih sangat bergantung pada impor bahan baku. Kondisi ini berpotensi melemahkan daya saing produk halal Indonesia di pasar global.
"Kedua, tingkat literasi ekonomi syariah masyarakat masih relatif rendah. Berdasarkan hasil Tracking Survey Nasional yang dilakukan Bank Indonesia (BI), pada tahun 2022 indeks literasi ekonomi syariah Indonesia baru tercatat sebesar 23,3096, kemudian meningkat menjadi 28,014 pada tahun 2023. Selanjutnya, pada tahun 2024, Indeks tersebut naik signifikan menjadi 42,844, atau meningkat 14,834 dibandingkan tahun 2023," katanya.
Adapun target tahun 2025 ditetapkan sebesar 504. Walaupun terjadi perbaikan dari tahun ke tahun, capaian ini tetap menunjukkan bahwa tingkat pemahaman masyarakat terkait prinsip, produk, dan praktik ekonomi syariah masih belum optimal.
"Berdasarkan hal tersebut Bank Indonesia baik secara nasional maupun regional terus berupaya mendorong perkembangan ekonomi dan keuangan syariah sebagai salah satu alternatif roda penggerak perekonomian melalui 3 (tiga) pilar strategis yaitu penguatan ekosistem halal (halal value chain), penguatan ekonomi keuangan syariah dan penguatan penerapan halal lifestyle," ujar Ameriza.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....