Perseroda Lebak Niaga akan Lakukan Kontrak Farming dengan Petani

  • 12 Agt 2026 06:09 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Perseroda Lebak Niaga tengah menjajaki skema kerja sama kemitraan dengan para petani melalui pola kontrak farming. Langkah tersebut menjadi salah satu upaya perusahaan dalam memperkuat sektor pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan.

Dalam rencana tersebut, Perseroda Lebak Niaga akan menggandeng petani dari sisi hulu hingga proses produksi. Pola pembinaan secara langsung diharapkan dapat memberikan dukungan yang lebih terarah kepada para petani.

Saat ini, potensi lahan pertanian yang berada dalam cakupan rencana kerja sama tersebut diperkirakan mencapai sekitar 1.500 hektare. Luasan itu menjadi salah satu modal penting untuk mengembangkan kemitraan pertanian secara lebih luas.

Perseroda Lebak Niaga melihat potensi pertanian di Kabupaten Lebak cukup besar untuk dikembangkan. Karena itu, perusahaan berupaya membangun pola kerja sama yang tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga peningkatan kapasitas petani.

Melalui pola kontrak farming, petani nantinya akan mendapatkan pembinaan sejak tahap awal budidaya. Dukungan tersebut diharapkan mampu membantu petani memperoleh sarana produksi yang dibutuhkan selama menjalankan kegiatan pertanian.

"Perseroda Lebak Niaga ke depan sedang berupaya menjajaki kerja sama kemitraan atau kontrak farming dengan petani," ujar Diretur Utama Perseroda Lebak Niaga, Ilham Akbar di Lebak, Selasa, 11 Agustus 2026.

Skema tersebut akan diarahkan untuk membangun hubungan kerja sama yang saling menguntungkan antara perusahaan dan petani. Dengan demikian, petani tetap menjadi bagian penting dalam rantai produksi pertanian.

Perseroda Lebak Niaga juga berencana memberikan dukungan terhadap kebutuhan petani, terutama dalam penyediaan bibit dan pupuk. Bantuan sarana produksi tersebut diharapkan dapat meringankan beban petani dalam memulai kegiatan budidaya.

"Kami akan membina petani dari hulu langsung. Kami akan support dari bibitnya, pupuknya, petani," kata Ilham.

Pembinaan dari sektor hulu dinilai penting karena kualitas hasil pertanian sangat dipengaruhi oleh proses produksi sejak awal. Dengan pendampingan yang lebih intensif, petani diharapkan dapat menjalankan budidaya dengan pola yang lebih terarah.

Selain memberikan dukungan sarana produksi, kemitraan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas lahan. Potensi lahan sekitar 1.500 hektare dapat dioptimalkan secara bertahap melalui kerja sama dengan petani.

Skema kontrak farming juga diharapkan dapat memberikan kepastian dalam pengelolaan hasil pertanian. Kerja sama yang dibangun sejak awal dapat mempertemukan kepentingan petani dengan kebutuhan perusahaan.

Perseroda Lebak Niaga menilai kolaborasi dengan petani menjadi salah satu langkah strategis untuk mengembangkan sektor pertanian daerah. Petani tidak hanya ditempatkan sebagai pelaku produksi, tetapi juga sebagai mitra dalam pengembangan usaha.

Program tersebut sekaligus diarahkan untuk mendukung agenda ketahanan pangan. Penguatan produksi pertanian di tingkat daerah dinilai penting untuk menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat. "Upaya ini juga dalam rangka mendukung ketahanan pangan," ujar Ilham.

Petani Lebak memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan daerah. Karena itu, penguatan kapasitas dan dukungan terhadap petani menjadi salah satu bagian yang perlu terus dilakukan.

Dengan pola kemitraan, Perseroda Lebak Niaga berharap petani dapat memperoleh akses yang lebih baik terhadap kebutuhan produksi. Mulai dari bibit, pupuk, hingga pendampingan budidaya akan menjadi bagian dari upaya pembinaan tersebut.

Pengembangan kerja sama akan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi dan potensi pertanian yang ada di wilayah Lebak. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membuat program kemitraan berjalan secara berkelanjutan.

Potensi lahan sekitar 1.500 hektare menjadi peluang yang cukup besar untuk dikembangkan bersama. Namun, pelaksanaannya tetap membutuhkan koordinasi antara perusahaan, petani, dan pihak terkait lainnya.

Perseroda Lebak Niaga juga diharapkan dapat menjadi penghubung antara kebutuhan petani dengan pengembangan usaha pertanian. Kehadiran perusahaan diharapkan memberikan nilai tambah terhadap aktivitas produksi yang dilakukan masyarakat.

Bagi petani, pola kemitraan dapat membuka peluang mendapatkan dukungan sarana produksi secara lebih terencana. Sementara bagi perusahaan, kerja sama tersebut dapat menjadi bagian dari pengembangan usaha berbasis potensi lokal.

Langkah penjajakan kontrak farming ini menunjukkan adanya upaya untuk memperkuat ekosistem pertanian di Kabupaten Lebak. Pengembangan sektor pertanian tidak hanya membutuhkan lahan, tetapi juga dukungan produksi, pendampingan, dan pola kerja sama yang jelas.

Ke depan, Perseroda Lebak Niaga akan terus menjajaki peluang kerja sama dengan petani. Skema yang dipilih diharapkan mampu memberikan manfaat bagi kedua belah pihak sekaligus mendorong peningkatan produksi pertanian.

Penguatan kemitraan tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan petani. Dengan dukungan yang diberikan sejak hulu, petani diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan usaha pertanian.

Pada akhirnya, pengembangan kontrak farming menjadi salah satu langkah Perseroda Lebak Niaga dalam mengoptimalkan potensi pertanian daerah. Selain membuka peluang kerja sama usaha, program tersebut diharapkan turut memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan peran petani Lebak dalam pembangunan sektor pertanian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....