Bulog Maksimalkan Serapan GKP Petani Lebak dan Pandeglang

  • 03 Jun 2026 14:42 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Perum Bulog Kantor Cabang Lebak-Pandeglang terus mengoptimalkan penyerapan Gabah Kering Panen (GKP) dari petani di Kabupaten Lebak dan Pandeglang. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, realisasi penyerapan GKP telah mencapai sekitar 80 persen dari target yang ditetapkan sebesar 24.000 ton beras.

Dari target tersebut, jumlah setara beras yang ditargetkan mencapai sekitar 17.000 ton. Pimpinan Cabang Perum Bulog Lebak-Pandeglang, M. Syaukani, mengatakan, capaian tersebut menunjukkan komitmen Bulog dalam mendukung kesejahteraan petani dan menjaga ketahanan pangan daerah.

Menurut Syaukani, penyerapan gabah petani terus berjalan seiring berlangsungnya musim panen di sejumlah wilayah. Bulog juga memastikan pembelian hasil panen dilakukan sesuai harga yang telah ditetapkan pemerintah.

Harga pembelian Gabah Kering Panen dari petani saat ini sebesar Rp6.500 per kilogram. Harga pembelian beras dari petani ditetapkan sebesar Rp12.000 per kilogram. Meski demikian, Bulog saat ini lebih memprioritaskan pembelian gabah dibandingkan beras.

Kebijakan tersebut dilakukan untuk memberikan manfaat yang lebih besar kepada petani. Dengan menjual gabah secara langsung, petani dapat segera memperoleh dana hasil panen. Dana tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga petani.

Hasil penjualan gabah juga dapat dimanfaatkan untuk mempersiapkan musim tanam berikutnya. Petani dapat lebih cepat mengolah kembali lahan pertanian setelah panen selesai. Syaukani menilai langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat perputaran ekonomi di tingkat petani.

“Bulog saat ini lebih memaksimalkan pembelian gabah dari petani. Tujuannya agar petani bisa segera memanfaatkan hasil penjualan untuk kebutuhan sehari-hari dan mengolah lahan kembali guna menghadapi musim tanam berikutnya,” kata M. Syaukani, di Warunggunung, Rabu, 3 Juni 2026.

Dalam pelaksanaan penyerapan gabah, Bulog bekerja sama dengan sejumlah mitra pengadaan yang tersebar di Kabupaten Lebak dan Pandeglang. Kemitraan tersebut dinilai efektif dalam memperluas jangkauan pembelian hasil panen petani.

Saat ini terdapat sekitar 30 mitra Bulog yang aktif melakukan penyerapan GKP di dua kabupaten tersebut. Para mitra tersebut berperan membantu proses pengumpulan gabah dari berbagai sentra produksi pertanian. Keberadaan mitra memudahkan petani dalam menjual hasil panennya tanpa harus menempuh jarak yang jauh.

Bulog juga terus melakukan koordinasi dengan para mitra untuk memastikan proses penyerapan berjalan lancar. Selain menjaga stabilitas harga di tingkat petani, langkah tersebut juga bertujuan menjaga ketersediaan stok pangan pemerintah. Syaukani optimistis target penyerapan GKP tahun 2026 dapat tercapai hingga akhir tahun seiring masih berlangsungnya panen di sejumlah wilayah Lebak dan Pandeglang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....