Tambak Udang Vaname Dongkrak Ekonomi Pesisir Lebak
- 26 Mei 2026 06:20 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Lebak - Pemerintah Kabupaten Lebak terus mengembangkan sektor perikanan budidaya sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Salah satu program yang kini menjadi perhatian pemerintah daerah adalah pengembangan tambak udang vaname di wilayah pesisir selatan Kabupaten Lebak.
Dengan pengembangan tambak udang vaname tersebut, diharapkan perekonomian masyarakat pesisir Kabupaten Lebak semakin tumbuh dan kesejahteraan warga meningkat. Program tersebut dinilai mampu mendongkrak pendapatan ekonomi masyarakat sekaligus mempercepat penghapusan kemiskinan ekstrem.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lebak, Winda Triana di Rangkasbitung, Senin, 25 Mei 2026 mengatakan, pengembangan tambak udang vaname memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Menurutnya, budidaya udang vaname kini berkembang cukup pesat di kawasan pesisir Binuangeun, Kecamatan Wanasalam.
Pemerintah daerah terus mendorong masyarakat pesisir agar memanfaatkan potensi perikanan budidaya tersebut. Selain meningkatkan pendapatan warga, pengembangan tambak juga mampu membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar.
“Pemerintah Kabupaten Lebak mendorong masyarakat pesisir dapat mengembangkan tambak udang vaname. Karena mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan ekonomi keluarga,” ujar Winda Triana.
Ia menjelaskan, minat masyarakat terhadap budidaya udang vaname saat ini terus meningkat. Kondisi itu terlihat dari bertambahnya jumlah tambak yang dikembangkan masyarakat di wilayah pesisir selatan.
Menurut Winda, harga jual udang vaname di pasaran saat ini cukup tinggi. Harga udang vaname berkisar antara Rp120 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram tergantung ukuran panen.
Dengan harga tersebut, para pembudidaya mampu memperoleh keuntungan yang cukup besar. Produksi tambak udang vaname juga dinilai sangat menjanjikan.
Dari satu area tambak seluas sekitar 2.000 meter persegi, produksi udang vaname bisa mencapai 25 ton dalam satu kali panen. Nilai ekonomi yang dihasilkan dari usaha tambak tersebut mencapai miliaran rupiah.
“Budidaya tambak udang vaname sangat potensial karena nilai ekonomi yang dihasilkan cukup besar dan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat pesisir,” kata Winda.
Ia menambahkan, masa panen udang vaname relatif singkat yakni sekitar tiga bulan. Hasil panen para pembudidaya sebagian besar dipasok ke sejumlah daerah besar seperti Jakarta dan Tangerang.
Permintaan pasar terhadap udang vaname juga terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Kondisi tersebut membuat usaha tambak udang vaname menjadi peluang usaha yang menjanjikan bagi masyarakat.
Keberadaan klaster budidaya tambak udang vaname juga memberikan dampak ekonomi berantai bagi warga sekitar. Selain membuka lapangan pekerjaan, aktivitas tambak turut menghidupkan sektor perdagangan dan jasa di kawasan pesisir.
Pemerintah daerah menilai sektor budidaya perikanan dapat menjadi salah satu solusi meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan. Winda mengatakan pengembangan tambak udang juga berpotensi mendukung wisata perikanan di Kabupaten Lebak.
Menurutnya, kawasan tambak dapat dikembangkan menjadi destinasi edukasi sekaligus wisata kuliner berbasis hasil laut. “Keberadaan tambak udang vaname ini memberikan multi efek cukup besar terhadap pendapatan ekonomi masyarakat pesisir dan juga mendorong wisata perikanan,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Lebak berkomitmen memberikan pendampingan kepada masyarakat yang ingin mengembangkan usaha budidaya udang vaname. Pendampingan dilakukan mulai dari penyediaan bibit, pengelolaan tambak hingga pemasaran hasil panen.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....