BPS Pandeglang Mulai Tahapan Sensus Ekonomi 2026

  • 10 Mei 2026 11:46 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pandeglang resmi memulai pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung serentak secara nasional mulai 1 Mei hingga 31 Agustus 2026. Kegiatan besar sepuluh tahunan ini bertujuan memotret kekuatan serta struktur ekonomi wilayah secara menyeluruh guna menentukan prospek pembangunan masa depan.

Kepala BPS Kabupaten Pandeglang, Achmad Widijanto, menyatakan persiapan matang telah dilakukan melalui sosialisasi dan audiensi bersama Pemerintah Kabupaten Pandeglang serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Dukungan penuh dari Bupati Pandeglang disebutnya menjadi modal penting bagi kelancaran pendataan ekonomi yang mencakup seluruh sektor usaha masyarakat.

"Kegiatan ini berjalan mulai 1 Mei sampai 31 Agustus 2026. Mei ini kita awali dengan pendataan ke perusahaan besar dan menengah karena mereka memerlukan konsolidasi data terlebih dahulu," ujar Achmad, Minggu 10 Mei 2026.

Ia merinci metode pendataan pada sensus kali ini dilakukan melalui tiga cara utama guna memudahkan para pelaku usaha memberikan data mereka secara akurat. Pengusaha dapat mengisi data secara mandiri melalui Computer Assisted Web Interviewing (CAWI) atau link yang dikirimkan secara digital. Selain itu, petugas juga akan melakukan pengisian melalui aplikasi di ponsel pintar (Computer Assisted Personal Interviewing) serta metode konvensional menggunakan kertas jika diperlukan.

Achmad mengatakan pendataan pada bulan Mei ini akan mengedepankan program "Ngibar" atau ngisi bareng sebagai bentuk pendampingan langsung kepada komunitas pengusaha. Organisasi seperti Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Perhimpunan hotel dan Restoran (PHRI), hingga asosiasi usaha lainnya akan diundang untuk melakukan pengisian data secara kolektif demi efisiensi waktu.

Setelah fase pendataan perusahaan besar selesai, BPS akan melanjutkan kegiatan door-to-door ke seluruh rumah tangga dan bangunan mulai 15 Juni mendatang. Pendataan rumah tangga ini nantinya akan terintegrasi dengan data kependudukan guna menghasilkan profil sosial ekonomi yang lebih komprehensif.

"Data yang kami kumpulkan dijamin kerahasiaannya karena tidak ada kaitannya sama sekali dengan pajak. Ini murni untuk memotret ekonomi nasional dan wilayah Pandeglang," katanya.

Adapun hasil Sensus Ekonomi 2026 nantinya dikatakan Achmad akan menjadi pijakan strategis bagi pemerintah dalam menyusun perencanaan pembangunan ekonomi daerah. Ia menegaskan kesuksesan agenda nasional ini sangat bergantung pada kejujuran masyarakat dalam menjawab setiap pertanyaan petugas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....