Transformasi Lebak Niaga Jadi  Perseroda

  • 11 Apr 2026 12:47 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • Lebak Niaga Berubah jadi Perseroda
  • transformasi kelembagaan ini turut diiringi dengan perubahan fokus usaha perusahaan
  • perusahaan telah mengoperasikan mesin Rice Milling Unit (RMU) atau penggilingan padi modern
  • perusahaan juga berencana menghadirkan berbagai varian beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang beragam.

RRI.CO.ID, Lebak - PT Lebak Niaga Perseroda resmi bertransformasi dari Perusahaan Daerah (PD) menjadi Perseroan Daerah (Perseroda) sejak akhir tahun 2025. Perubahan status tersebut menandai babak baru dalam arah bisnis Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kabupaten Lebak.

Direktur PT Lebak Niaga Perseroda, Ilham Akbar, menyampaikan bahwa transformasi kelembagaan ini turut diiringi dengan perubahan fokus usaha perusahaan. Jika sebelumnya bergerak di sektor pertambangan, kini perusahaan beralih ke sektor ketahanan pangan dan aneka usaha.

“Perubahan ini bukan hanya administratif, tetapi juga menyangkut arah bisnis kami ke depan yang lebih menyentuh kebutuhan dasar masyarakat,” ujar Ilham,Sabtu, 11 April 2026.

Sebagai langkah konkret, perusahaan telah mengoperasikan mesin Rice Milling Unit (RMU) atau penggilingan padi modern. Mesin tersebut digunakan untuk mendukung produksi beras berkualitas di wilayah Lebak.

Ilham menjelaskan, mesin RMU yang dimiliki memiliki kapasitas produksi maksimal hingga 40 ton per hari. Dengan kapasitas tersebut, perusahaan optimistis mampu memenuhi kebutuhan beras masyarakat secara lebih luas.

“Mesin RMU ini mampu memproduksi hingga 40 ton per hari, sehingga kami bisa memastikan ketersediaan beras dalam jumlah besar,” katanya.

Ia menambahkan, pengadaan mesin tersebut merupakan bentuk dukungan dari Pemerintah Kabupaten Lebak, termasuk Bupati Lebak, dalam memperkuat sektor ketahanan pangan daerah. Menurutnya, keberadaan unit produksi beras ini diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di pasaran.

Selain itu, masyarakat juga bisa mendapatkan beras dengan kualitas yang lebih baik. “Dengan adanya fasilitas ini, kami ingin menghadirkan beras berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar,” ujar Ilham.

Dari sisi pemasaran, saat ini distribusi beras masih terpusat di gudang produksi. Namun, perusahaan tengah mempersiapkan langkah ekspansi dengan membuka outlet penjualan di wilayah Rangkasbitung. Pembukaan outlet tersebut bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses beras, baik dalam jumlah besar maupun kecil.

Hal ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak konsumen secara langsung.

“Kami sedang menyiapkan outlet di Rangkasbitung agar masyarakat bisa membeli beras dengan lebih mudah, bahkan dalam jumlah kecil,” ucapnya.

Terkait harga, Ilham menyebutkan bahwa beras premium saat ini dijual seharga Rp375 ribu per karung ukuran 25 kilogram. Harga tersebut dinilai lebih rendah dibandingkan harga pasar untuk kualitas serupa.

Sementara itu, beras medium dipasarkan dengan harga sekitar Rp340 ribu per karung.

Ke depan, perusahaan juga berencana menghadirkan berbagai varian beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang beragam. “Kami juga menargetkan bisa menyediakan beras dengan harga lebih terjangkau hingga kisaran Rp12 ribu per kilogram,” kata Ilham.

Ilham berharap adanya dukungan dari masyarakat dan pemerintah daerah agar PT Lebak Niaga Perseroda dapat terus berkembang dan memberikan manfaat luas bagi perekonomian daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....