Harga Komoditas Pertanian di Lebak Naik
- 29 Mar 2026 14:51 WIB
- Banten
Poin Utama
- Harga Komoditas Pertanian Lebak Naik Tajam
- pemerintah diharapkan dapat menjaga stabilitas pasokan agar harga kembali terkendali.
- Kenaikan harga ini turut dikeluhkan oleh masyarakat.
RRI.CO.ID,Lebak - Pasca Idulfitri 1447 H, harga komoditas pertanian di sejumlah pasar di Kabupaten Lebak terus merangkak naik. Kenaikan ini terjadi hampir pada seluruh jenis sayur mayur dan bahan pangan lainnya.
Kondisi tersebut tidak diimbangi dengan meningkatnya permintaan pasar. Selain itu, pasokan dari petani juga masih terbatas, sehingga memicu kenaikan harga di tingkat pedagang.
Salah satu pedagang sayur di Pasar Rangkasbitung, Pipin, mengatakan kenaikan harga sangat berdampak pada aktivitas jual beli. Ia mengaku harus menambah modal untuk berjualan. “Kenaikan harga ini membuat modal jual kami bertambah, sementara daya beli masyarakat justru menurun,” ujar Pipin Sabtu 28 Maret 2026.
Menurutnya, hampir semua jenis sayuran mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. Hal ini membuat pedagang dan pembeli sama-sama terbebani.
Ia mencontohkan, harga ketimun yang sebelumnya dijual Rp8 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp10 ribu per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada sayuran daun.
“Kangkung, bayam, dan sawi yang biasanya Rp5 ribu per ikat sekarang naik jadi Rp10 ribu per ikat,” katanya.
Pipin mengaku terpaksa menaikkan harga jual karena harga beli dari pasar induk juga sudah tinggi. Kondisi ini membuat margin keuntungan pedagang semakin tertekan. “Kami tidak punya pilihan selain menaikkan harga, karena dari pasar induk juga sudah mahal,” ucapnya.
Selain sayur mayur, kenaikan harga juga terjadi pada komoditas cabai rawit. Bahkan, kenaikan pada cabai tergolong cukup tajam.
Untuk cabai rawit oranye, harga yang sebelumnya berada di kisaran Rp50 ribu hingga Rp60 ribu per kilogram kini melonjak hingga Rp120 ribu per kilogram. Sementara cabai rawit hijau naik dari Rp20 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram.
Kenaikan harga ini turut dikeluhkan oleh masyarakat. Salah satunya Uun, warga Kalanganyar, yang merasa terbebani dengan kondisi tersebut. “Sekarang belanja jadi lebih sedikit karena harga pada naik semua,” kata Uun.
Ia berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga bahan pangan di pasaran. Menurutnya, harga yang tinggi sangat memberatkan masyarakat kecil.
“Harapannya pemerintah bisa turun tangan supaya harga kembali normal dan masyarakat tetap bisa belanja dengan harga terjangkau,” katanya.
Dengan kondisi ini, masyarakat diharapkan lebih bijak dalam mengatur pengeluaran. Sementara itu, pemerintah diharapkan dapat menjaga stabilitas pasokan agar harga kembali terkendali.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....