Bulog  Lebak Jamin Stok Beras Ramadan dan Idulfitri Aman

  • 01 Mar 2026 21:20 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Perum Bulog Divisi Regional Lebak-Pandeglang memastikan ketersediaan stok beras untuk kebutuhan masyarakat selama Ramadhan dan Lebaran 1447 Hijriah/2026 dalam kondisi aman. Persediaan yang ada dinilai mencukupi untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di wilayah tersebut.

Kepala Perum Bulog Divre Lebak-Pandeglang, M Syaukani, di Warunggunung, Minggu 1 Maret 2026 mengatakan, pihaknya saat ini memiliki cadangan beras yang cukup besar di gudang penyimpanan. Jumlah stok tersebut dipastikan siap didistribusikan sesuai kebutuhan masyarakat. "Kita memiliki persediaan beras di gudang sebanyak 30 ribu ton," kata Syaukani.

Ia menegaskan jumlah tersebut menjadi penopang utama kebutuhan pangan menjelang hari besar keagamaan. Menurutnya, persediaan 30 ribu ton itu berasal dari sisa stok tahun sebelumnya serta hasil penyerapan panen petani di wilayah Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang. Langkah penyerapan tersebut dilakukan secara berkelanjutan.

Ia menjelaskan, penyerapan gabah petani dilakukan sesuai Harga Patokan Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram. Kebijakan itu tidak hanya menjaga ketersediaan pangan, tetapi juga membantu meningkatkan kesejahteraan petani lokal. "Penyerapan hasil panen ini untuk membantu ekonomi petani dan menjaga ketersediaan pangan daerah," ujarnya.

Ia menambahkan Bulog berkomitmen membeli gabah sesuai ketentuan pemerintah. Saat ini, stok beras tersebut dialokasikan sebagai Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) serta untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Program ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga di pasaran.

Syaukani memastikan seluruh beras disimpan dalam kondisi baik di gudang milik Bulog. Pengelolaan penyimpanan dilakukan sesuai standar agar kualitas beras tetap terjaga hingga waktu distribusi.

"Kami meyakini persediaan beras selama Ramadhan dan Lebaran relatif aman, bahkan mencukupi dua tahun ke depan untuk kebutuhan konsumsi masyarakat," katanya.

Pernyataan itu menunjukkan optimisme Bulog terhadap ketahanan stok yang dimiliki. Selain menjaga stok, Bulog juga bersinergi dengan pemerintah daerah untuk menggelar pasar murah.

Kegiatan tersebut bertujuan membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau. Di sisi lain, Perum Bulog mendistribusikan beras SPHP ke toko-toko pengecer di Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang. Distribusi dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.

Untuk program SPHP, harga eceran tertinggi (HET) ditetapkan sebesar Rp12.500 per kilogram. Harga tersebut diharapkan dapat menjadi acuan agar harga beras di pasar tidak melonjak. "Kami berharap beras SPHP dapat menstabilkan harga beras di pasaran," ujar Syaukani.

Menurutnya langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat. Dengan ketersediaan stok yang memadai serta distribusi yang terencana, Bulog Lebak-Pandeglang optimistis kebutuhan beras masyarakat selama Ramadhan dan Lebaran 2026 dapat terpenuhi dengan baik dan stabil.

Rekomendasi Berita