Pekerjaan Freelance yang Paling Dicari saat Bulan Puasa

  • 18 Feb 2026 09:40 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Cilegon - Bulan Ramadan tidak hanya membawa peningkatan aktivitas ibadah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru, terutama di sektor pekerjaan lepas atau freelance. Kebutuhan pasar yang meningkat menjelang dan selama puasa membuat sejumlah profesi freelance banyak dicari. Kaprodi Manajemen Universitas Al-Khairiyah, Muyasaroh menyebutkan, tren kerja fleksibel semakin diminati, khususnya oleh mahasiswa dan ibu rumah tangga yang ingin menambah penghasilan tanpa terikat jam kerja tetap.

“Ramadan justru menjadi momentum munculnya peluang usaha dan freelance berbasis digital maupun jasa. Permintaan pasar meningkat karena pola konsumsi masyarakat berubah,” ujarnya saat ditemui RRI, Senin, 18 Februari 2026.

Menurutnya, ada lima jenis pekerjaan freelance yang paling banyak dicari saat bulan puasa. Pertama, content creator dan social media specialist. Selama Ramadan, pelaku usaha berlomba mempromosikan produk makanan, busana muslim, hingga hampers Lebaran melalui media sosial. Hal ini meningkatkan kebutuhan akan pengelola konten, desainer grafis, hingga editor video.

Kedua, penulis artikel dan copywriter. Banyak perusahaan membutuhkan konten bertema Ramadan untuk website, marketplace, dan kampanye digital. “Permintaan artikel religi, tips puasa, hingga promosi produk meningkat signifikan,” kata Muyasaroh.

Ketiga, fotografer dan videografer produk. UMKM kuliner dan fesyen memerlukan visual menarik untuk promosi menu buka puasa atau koleksi Lebaran. Jasa foto produk rumahan pun menjadi peluang yang cukup menjanjikan. Keempat, admin online shop dan customer service freelance.

Menjelang Idulfitri, lonjakan transaksi belanja daring membuat pelaku usaha membutuhkan tenaga tambahan untuk membalas pesan, mengelola pesanan, dan memastikan pengiriman tepat waktu. Kelima, jasa katering dan meal prep rumahan. Selain pekerjaan digital, permintaan makanan sahur dan buka puasa praktis juga meningkat. Banyak masyarakat memilih memesan makanan siap santap karena keterbatasan waktu.

Muyasaroh menambahkan, fleksibilitas waktu menjadi alasan freelance cocok dijalankan saat Ramadan. Ia juga mengingatkan agar pelaku freelance tetap memperhatikan manajemen waktu dan kualitas layanan. Profesionalitas, menurutnya, menjadi kunci keberlanjutan pekerjaan jangka panjang.

“Pekerjaan lepas memungkinkan seseorang mengatur ritme kerja agar tetap seimbang dengan ibadah. Ramadan bisa menjadi peluang ekonomi jika dimanfaatkan dengan strategi yang tepat. Anak muda perlu jeli melihat kebutuhan pasar dan menyesuaikan keterampilan yang dimiliki,” ujarnya.

Dengan meningkatnya aktivitas konsumsi dan promosi selama bulan puasa, sektor freelance diperkirakan terus tumbuh dan menjadi alternatif sumber penghasilan yang fleksibel serta menjanjikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....