Ekonomi Kreatif Banten Didorong Tumbuh Lintas Sektor

  • 14 Feb 2026 10:28 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Penguatan ekonomi kreatif di Provinsi Banten diarahkan pada peningkatan kapasitas pelaku dan perluasan ekosistem usaha. Upaya itu dibahas dalam pelantikan pengurus Forum Ekonomi Kreatif (Fekraf) Provinsi Banten periode 2025–2028 di Gedung DPRD Banten.

Ketua DPRD Provinsi Banten, Fahmi Hakim, mengatakan sektor ekonomi kreatif memiliki peluang besar sebagai penopang pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, pengembangannya memerlukan dukungan regulasi, program terarah, serta fasilitas yang memadai.

“Potensi ekonomi kreatif ini besar. Perlu dukungan regulasi, program, dan penguatan ekosistem agar pelaku bisa berkembang lebih cepat,” ujarnya, Sabtu, 14 Februari 2026.

Ia menyebut DPRD membuka ruang bagi komunitas kreatif untuk menyampaikan kebutuhan, termasuk penyediaan ruang kegiatan dan creative hub yang representatif. Fasilitas tersebut dinilai penting untuk memperluas jejaring serta meningkatkan kualitas produk.

Ketua Forum Ekonomi Kreatif (Fekraf) Banten, M. Irfan, menuturkan jumlah pelaku ekonomi kreatif di Banten terus bertambah. Meski demikian, ketersediaan ruang ekspresi dan sarana promosi masih terbatas.

“Pelaku kreatif makin banyak dan kompeten. Tapi dukungan space dan venue masih terbatas. Karena itu kolaborasi jadi kebutuhan utama,” katanya.

Fekraf, lanjutnya, diproyeksikan menjadi ruang bertukar gagasan sekaligus penghubung antara pelaku, pemerintah daerah, dan legislatif agar program pengembangan berjalan lebih terarah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Eli Susiyanti, menyampaikan pengembangan ekonomi kreatif membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Ia mencatat dari 17 subsektor ekonomi kreatif, tiga subsektor yang berkembang paling cepat di Banten saat ini adalah kuliner, fashion, dan kriya.

“Masih banyak peluang untuk mendongkrak perekonomian Banten melalui subsektor ekonomi kreatif lainnya. Walaupun ada kendala, kalau dikerjakan bersama kita optimistis bisa naik,” ucapnya.

Sebanyak 17 subsektor ekonomi kreatif menjadi ruang pengembangan, meliputi aplikasi, pengembang permainan, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, film–animasi–video, fotografi, kriya, kuliner, musik, fashion, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, serta televisi dan radio.

Forum tersebut mendorong penguatan subsektor di luar tiga bidang unggulan agar pertumbuhan ekonomi kreatif Banten lebih merata dan berdaya saing nasional.

Rekomendasi Berita