Permintaan Menurun Pedagang Bambu Mengeluh Pendapatan Merosot

  • 12 Agt 2025 20:23 WIB
  •  Banten

KBRN, Lebak: Bulan Agustus biasanya menjadi momen panen rezeki bagi pedagang dan petani bambu, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan bambu sebagai tiang bendera maupun umbul-umbul untuk perayaan Hari Kemerdekaan. Namun, kondisi berbeda dialami Ade, pengusaha jual beli bambu di Kampung Dalem, Jalan Syeh Nawawi, Desa Kaduagung Timur, Kecamatan Cibadak.

Pemilik usaha Mandiri ini mengaku, pendapatannya pada Agustus tahun ini justru mengalami penurunan drastis dibanding tahun-tahun sebelumnya. Meski masih ada pembeli yang mencari bambu untuk kebutuhan perayaan HUT RI, jumlahnya jauh berkurang. “Biasanya Agustus itu ramai sekali pembeli, sampai kewalahan melayani. Tapi tahun ini sepi, penjualan turun banyak sekali,” ujar Ade, Selasa (12/8/2025).

Ade menjelaskan, ia menjual berbagai jenis bambu, mulai dari bambu untuk tiang bendera dan umbul-umbul, hingga bambu tali, bambu hitam, bambu ampel, dan bambu apus. Seluruh bambu tersebut ia dapatkan dari petani bambu di kecamatan lain seperti Cimarga dan Leuwidamar. “Harga bervariasi tergantung ukuran, ada yang Rp10 ribu sampai Rp30 ribu per batang. Tapi mau murah atau mahal, kalau pembelinya sedikit ya tetap saja pendapatan turun,” katanya.

Menurut Ade, penurunan permintaan tahun ini kemungkinan dipengaruhi oleh perubahan tren dekorasi perayaan kemerdekaan, di mana sebagian warga mulai beralih menggunakan tiang bendera dari bahan lain yang lebih praktis. Ia berharap tahun depan penjualan kembali meningkat sehingga usaha yang telah digelutinya selama bertahun-tahun dapat tetap bertahan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....