Lebak Targetkan Swasembada Ikan Air Tawar
- 08 Mei 2025 11:23 WIB
- Banten
KBRN, Lebak: Pemerintah Kabupaten Lebak menargetkan swasembada ikan air tawar pada tahun 2025. Target tersebut dicanangkan mengingat potensi perairan yang luas serta tingginya permintaan pasar terhadap ikan air tawar.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lebak, Winda Triana, menyatakan optimisme bahwa target swasembada dapat tercapai pada tahun ini. "Kita optimistis swasembada ikan air tawar dapat direalisasikan tahun ini karena potensi perairan di Lebak begitu luas dan permintaan pasar juga relatif tinggi," ujarnya, Kamis (8/5/2025).
Untuk merealisasikan target tersebut, Pemkab Lebak terus mengoptimalkan pembinaan terhadap kelompok pembudidaya ikan, terutama dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Selain itu, bantuan benih ikan air tawar juga telah disalurkan kepada kelompok pembudidaya, serta peningkatan fasilitas Balai Benih Ikan (BBI).
"Tahun ini kita menargetkan produksi ikan air tawar sekitar 6.000 ton guna mewujudkan swasembada pangan ikan air tawar," kata Winda.
Jenis ikan yang menjadi fokus pengembangan antara lain gurame, bawal, dan patin. Pemerintah daerah juga membuat percontohan budidaya bagi kelompok pembudidaya dengan memberikan bantuan mulai dari benih hingga tahap pembesaran. Inovasi juga dilakukan dengan pelatihan pembuatan pakan mandiri berbahan dasar maggot dari lalat.
Untuk mendukung produksi benih, Dinas Perikanan membangun dan memperbaiki fasilitas BBI yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Cipanas, Kalanganyar, dan Wanasalam.
"Harapannya kebutuhan konsumsi ikan air tawar tahun 2024 dapat terpenuhi tanpa lagi harus dipasok dari luar daerah seperti Cianjur, Sukabumi, dan Bogor," ucap Winda.
Saat ini, produksi ikan air tawar telah tersebar di berbagai kecamatan seperti Rangkasbitung, Warunggunung, Maja, Cilograng, Cipanas, Lebak Gedong, Sobang, Cibadak, Cibeber, dan Gunung Kencana.
Berdasarkan data Dinas Perikanan, jumlah Rumah Tangga Perikanan (RTP) di Lebak mencapai 4.210 orang, dengan 2.936 orang tergolong aktif. Kelompok aktif ini pada tahun 2024 mampu memproduksi total 4.014 ton ikan air tawar. Rinciannya, udang vaname 791 ton, ikan mas 1.031 ton, nila 1.047 ton, gurame 16 ton, patin 9 ton, dan bawal air tawar 24 ton. Seluruh produksi ini menghasilkan perputaran ekonomi senilai Rp138 miliar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....